Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Selasa, 30 Desember 2008

its me..

MyHeritage: Celebrity Collage - Pedigree chart - Making a family tree

UNSUR GOLONGAN AKTINIDA

TUGAS KIMIA UNSUR
UNSUR-UNSUR GOLONGAN AKTINIDA










Disusun oleh:
Eliephedia Okidimis (M0306006)
Siti Nurwidayanti (M0306040)
Putri Dwi Prasuci (M0306068)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008


GOLONGAN AKTINIDA
PENDAHULUAN
Aktinida adalah kelompok unsure kimia yang mencakup 15 unsur antara actinium dan lawrensium pada table periodic, dengan nomor atom antara 89 sampai dengan 103. Seri ini dinamakan menurut unsure actinium. Penggolongan unsure dalam golongan aktinida berdasar atas sub kulit 5f. unsure-unsur kelompok aktinida adalah radioaktif, dengan hanya actinium, torium dan uranium yang secara alami ditemukan dikulit bumi.
Sifat-sifat kimia dan fisika masing-masing unsur :
1. Actinium(Ac)
Sejarah
Actinium ditemukan oleh Andre Debierne di prancis pada tahun 1902 F.Geisel, peneliti dibidang teknik pemisahan oksida langka di bumi menemukan actinium murni.
Actinium merupakan radioaktif berbahaya. Sifat kimia actinium serupa dengan unsure jarang di bumi sepertilantanium. Actinium ditemukan secara alami di bijih uranium, dan actinium 150 kali lebih radioaktif disbanding radium.
Sifat secara umum
Jari-jari : 195 ppm
Kondukti vitas termal : 12 Wm-1 K-1
ΔHfo : 406 J/mol; ΔGfo : 366 J/mol; ΔS : 188,1 J/mol
Bentuk Kristal
Struktur Kristal dari actinium adalah kubus berpusat badan
Gambar struktur Kristal actinium


Senyawa
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
AcF3
2
Klorida
AcCI3
3
Bromida
AcBr3
4
Hidrida
AcH2
5
Oksida
Ac2O3
6
Sulfida
Ac2S3
7
iodida
AcI3

Reduksi dan oksidasi
Actinium memiliki bilangan oksidasi 3,2 dan 0. Dibawai ini ditunjukkan potensial reduksi standar dari actinium :
Isotop
Isotop
Kelimpahan
Waktu paruh
Energy peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
225Ac
Sintetis
10 hari
5.935
221Fr
226Ac
Sintetis
29.37 jam
1.117
226Th



0.640
226Ra



5.536
222Fr
227Ac
100%
21.773 tahun
0.045
227Th



5.042
223Fr

Kegunaan
Actinium digunakan sebagai tenaga listrik panas dan sumber nuklir.




2. Torium(Th)
Sejarah
Torium ditemukan Jons Berzelius dalam sebuah mineral yang diberika oeh seorang pendeta Has Morten Tharane Esmark pada tahun 1829 di Swedia. Nama Torium berasal dari kata Thor dalam mitologi yang berarti Tuhan perang Skandinavia.
Bentuk dan sifat umum
Jari-jari : 180 ppm
Kondukti vitas termal : 54 Wm-1 K-1
ΔHfo : 602 J/mol; ΔGfo : 561 J/mol; ΔS : 90,2 J/mol
Torium murni merupakan logam putih seperti perak yang stabil di udara dan kilapnya dapat bertahan beberapa bulan. Ketika bereaksi dengan oksida, torium pelan-pelan memudarkan di udara menjadi keabu-abuan yang akhirnya menjadi hitam. Torium oksida mempunyai titik-lebur dari 33000C, paling tinggi dari semua oksida. Torium sukar bereaksi dengan air, dan sukar terurai dalam asam, kecuali asam klorida. Ketika dipanaskan di udara, bubuk torium menyala dan terbakar dengan nyala putih.
Torium dapat di ekstraksi dari monazite melalui proes bertahap. Tahap pertama dengan melarutkan serbuk monazite pada asam anorganik seperti asam sulfat (H2SO4) kemudian torium di ekstraksi ke dalam fase organik misalnya amina. Tahap selanjutnya adalah dengan memisahkan torium menggunakan anion seperti nitrat, klorida, hidroksida atau karbonat untuk mengembalikan torium ke fase larutan. Tahap terakhir, torium dikumpulkan dan dipisahkan.
Torium alami meluruh sangat pelan-pela dibandingkan dengan bahan radioaktif yang lain, dan radiasi alfa yang dipancarkan tidak bias menembus kulit manusia. Ledakan torium yang aerosol dapat meningkatkan resiko paru-paru, pancreas.

Bentuk Kristal.
Struktur Kristal torium adalah kubus berpusat badan
Gambar struktur Kristal torium
Senyawa
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
ThF3; ThF4
2
Klorida
ThCl4
3
Bromida
ThBr4
4
Hidrida
ThH2
5
Oksida
ThO2
6
Sulfida
ThS; ThS2; Th2S3
7
Selenida
ThSe2
8
Iodida
ThI2; ThI3; ThI4
9
Nitrida
ThN

Reduksi dan oksidasi
Bilangan oksidasi toriom ada 4. Dibawah ini ditunjukkan potensi reduksi standar dari torium:
Isotop
Isotop
Kelimpahan
Waktu paruh
Energy peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
228Th
Sintetis
1.9116 thn
5.520
224Ra
229Th
Sintetis
7340 thn
5.168
225Ra
230Th
Sintetis
75380 thn
4.770
226Ra
231Th
Kecil
25.5 thn
0.39
231Pa
232Th
100%
1.405x1010 thn
4.083
228Ra
234Th
kecil
24.1 hari
0.27
234Pa

Kegunaan
1. Menyiapkan “ mantel Welsbach”, untuk lampu gas jinjing. Mantel ini terdiri torium oksida (ThO2) dengan 1% serium oksida dan bahan lain yang bercahaya dengan cahaya yang menyilaukan ketika terjadi panas pada nyala gas.
2. Campuran logam magnesium, memberikan hambatan tinggi dan ketahanan terhadap tempetatur tinggi.
3. Pelindung kawat tungsten yang digunakan pada peralatan elektronik sebab mempunyai suatu fungsi kerja yang rendah dan pancaran electron yang tinggi.
4. Oksida torium digunakan untuk kendali ukuran butir tungsten pada lampu listrik
5. Kacamata yang mengandung oksida torium mempunyai suatu indeks refraksi tinggi dan difraksi rendah yang kemudian digunakan untuk lensa kamera mutu tinggi dan instrumen yang ilmiah
6. Oksida torium merupakan katalisator untuk konversi amoniak ke asam nitrat, pembuat asam sulfat.
7. Sumber energi nuklir. Meskipun tidak cenderung membelah sendiri, torium-232 akan menyerap inti menghasilkan torium-233 yang meluruh menjadi Pa-233 dan U-233.

3. Protaktinium(Pa)
Sejarah
Protactinium pertama kali diidentifikasi pada tahun 1913 oleh Fajanas dan Gohring yang menemukan isotop 234mP yang berumur pendek dengan waktu paruh hanya 1,17 menit ketika mempelajari pemutusan rantai 238U yang kemudian diberi nama brevium yang berarti pendek. Brevium kemudian diubah namanya menjadi Protaktinium pada tahun 1918 oleh Otto Hahn, Lise Meitner, Frederick Soddy, John Cranston di Jerman yang mempelajari secara spesifik 231Pa. Nama Protaktium berasal dari kata Yunani “Protos” yang berarti pertama.
Logam protactinium diisolasi pada tahun 1934 oleh Aristid Grosse dengan mengembangkan dua metode. Metode pertama dengan reduksi Pentosida Pa2O5 dengan aliran electron di ruang hampa menjadi iodide dan metode kedua dengan memanaskan iodide PaI5 di ruang hampa dengan reaksi 2PaI5 → 2Pa + 5I2.
Sifat secara umum dan bentuk Kristal
Jari-jari :180 ppm
Kondukti vitas Termal : 47Wm-1 K-1
ΔHfo : 607 J/mol; ΔGfo : 563 J/mol; ΔS : 198,1 J/mol
Protactinium secara luas ditemukan di sejumlah kecil di kulit luar bumi. Protactinium merupakan salah satu unsure paling mahal dan paling jarang terjadi secara alami. Protactinium terdapat di bijih uranium pada konsentrasi 1-3 ppm. Protactinium mempunyai kilat metalik terang yang tahan beberapa waktu di udara. Protactinium merupakan unsure superconduktiv sekitar 1.4 K. Protaktium terdapat di minyak merupakan material beracun berbahaya dan memerlukan tindakan penanganan yang serupa digunakan ketika menangani plutonium. Protaktinium secara umum memberikan resiko terhadap kesehatan jika masuk kedalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar gamma yang dipancarkan oleh protactinium-231 dan sejumlah hasil luruhan yang berumur pendek dari actinium-227.
Struktur Kristal Protaktinium adalah tetragonal
gambar : struktur Kristal Protaktinium
Parameter Sell dari Protaktinium adalah :
a : 392,5 pm
b : 392,5 pm
c : 323,8 pm
α : 90,000o
β : 90,000o
γ : 90,000o
Senyawa
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
PaF4; PaF5
2
Klorida
PaCI4; PaCI5
3
Bromida
PaBr4; PaBr5
4
Iododa
PaI3; PaI4; PaI5
5
Oksida
PaO; PaO2; Pa2O5

Reduksi dan oksidasi
Di bawah ini ditunjukkan potensial reduksi standar dari protactinium :
Isotop
isotop
Kelimpahan alami
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
229Pa
sintesis
1,4 hari
5,58
225Ac
230Pa
Sintetis
Sintetis
17,4 hari
1,310
0,563
230Th
230U
231Pa
~100%
32760 tahun
5,149
227Ac
232Pa
Sintesis
1,31 hari
0,31
232U
233Pa
Sintesis
26,967 hari
0,571
233U
234mPa
Sintesis
1,17 menit
2,29
0,0694
234U
234Pa
234Pa
sintesis
6,75 jam
0,23
234U


Kegunaan
Tadak ada penggunaan komersial atau industry dari protactinium berkaitan dengan kelangkaannya, biaya, dan radiotoksisitasnya. Penggunaan hanya sebatas untuk aktivitas riset ilmiah.
4. Uranium (U)
Sejarah
Uranium ditemukan oleh Martin Klaproth di Jerman pada tahun 1789. Dengan cara menganalisis suatu unsure tak dikenal di dalam bijiuranium dan mencoba untuk mengisolasikan logamnya. Nama asli uranium diambil dari nama Planet Uranus.
Logam uranium pertama kali diisolasi pada tahun 1841 oleh Eugene-Melchoir Peligot, yang mengurai klorida anhidrit UCl4 dengan kalium selama 55 tahun sifat radioaktif dari uranium tidak dihargai dan pada tahun 1896 Henri Becquerel mendeteksi sifat radioaktifitas uranium. Becquerel yang melakukan penemuan di Paris dengan meletakkan uranium di atas plat fotografik tak kena cahaya dan mencatat bahwa plat telah menjadi terkabutkan. Ia menentukan adanya sinar tak kelihatan yang dipancarkan oleh uranium yang telah mengarahkan plat.
Sifat umum dan bentuk Kristal
Jari-jari :175 ppm
Kondukti vitas Termal : 27,5Wm-1 K-1
ΔHfo : 533 J/mol; ΔGfo : 488 J/mol; ΔS : 199,8 J/mol
Uranium adalah unsur yang terjadi secara alami yang dapat ditemukan di dalam semua batu karang, tanah, dan air. Uranium memiliki bilangan tertinggi yang ditemukan secara alami dalam jumlah yang banyak di atas bumi dan selalu ditemukan berikatan dengan unsure yang lain. Uranium secara alami yang di bentuk dari ledakan supernova. Uranium member warna fluorescence hijau dan kuning ketika ditambahkan ke gelas bersama dengan zat adiktif yang lain. Logam uranium bereaksi dengan hamper semua unsure non logam dan senyawanya dengan peningkatan kereaktifan seiring peningkatan temperatur. Uranium dapat bereaksi dengan air dingin. Di udara logam uranium menjadi terlapis dengan lapisan gelap uranium oksida. Bijih uranium dapat di reaksikan secara kimiawi dan diubah menjadi uranium dioksida atau senyawa lain yang berguna di industry.
Resiko kesehatan terbesar dari masukan yang besar uranium dalam tubuh adalah kerusakan pada ginjal karena uranium adalah unsure radioaktif yang bersifat toksik. Tidak ditemukan kangker sebagai hasil penelitian uranium, tetapi penelitian dari hasil luruhannya, terutama radon/radium, menjadi ancaman kesehatan yang penting.
gambar : struktur Kristal Uranium
Struktur Kristal dari uranium : ortorombik.
parameter sell dari uranium adalah :
a : 285,37 pm
b : 586,95 pm
c :495,48 pm
α : 90,000o
β : 90,000o
γ : 90,000o
senyawa
Uranium membentuk senyawa biner dengan halogen (yang di kenal sebagai halida), oksigen (yang dikenal sebagai oksida), hydrogen (yang dikenal sebagai hidrida), dan beberapa senyawa lain dari uranium. Senyawa hidrida dibentuk dari reaksi hydrogen dengan logam uranium yang dipanaskan pada suhu 250o – 300oC. Table menunjukkan beberapa senyawa uranium:


No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
UF3; UF4; UF5; UF6; U2F9; U4F17
2
Klorida
UCI3; UCI4; UCI5; UCI6
3
Bromida
UBr3; UBr4; UBr5
4
Hidrida
UH3
5
Oksida
OU; OU2; UO3; U2O5; U3O7; U3O8; U4O9
6
Sulfida
US; U2S3
7
Selenida
USe3
8
Telurida
UTe2; UTe3
9
Nitrida
UN; U3N2; U2N3
10
Karbida
UC; UC2; U2C3

Pada suhu kamar, UF6 mempunyai tekanan uap tinggi bermanfaat pada proses difusi gas untuk memisahkan uranium-235 yang sangat berharga dari uranium-238.
Reduksi dan oksidasi
Bilangan oksidasi yang paling umum dari uranium adalah 6. Ion yang menghadirkan bilangan oksidasi yang berbeda dari uranium dapat larut dan oleh karena itu dapat dipelajari di larutan mengandung air. Mereka adalah : U3+ (merah), U4+ (hijau), UO2+ (stabil), dan UO22+ (kuning). Beberapa senyawa yang semi logam dan padat seperti UO dan US merupakan uranium dengan bilangan oksidasi 2. Ion U3+ membebaskan hydrogen dari air dan kemudian dianggap sebagai senyawa yang sangat tidak stabil. Ion UO22+ merupakan uranium dengan bilangan oksidasi VI dan dikenal membentuk campuran seperti karbonat, klorida dan sulfat. Dibawah ini ditunjukkan potensial reduksi atandar dari uranium:




Isotop
isotop
kelimpahan
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
232U
Sintesis
68,9 thn
5.414
228 Th
233U
Sintesis
159.200 thn
4.909
229 Th
234U
0,0054%
245.500 thn
4.859
230 Th
235U
0,7204%
7,038x108 thn
4.679
231 Th
236U
Sintesis
2,342x107 thn
4.572
232 Th
238U
99,2742%
4,468x109 thn
4.270
234 Th
kegunaan
1. Sebagai bahan bakar inti
2. Uranium nitrat digunakan untuk toner fotografi
3. Uranium sulfat digunakan dikimia analisa
4. Dalam dunia kesehatan untuk info diagnostik anatomi dan fungsi organ
5. Uranil asetat dan uranil fosfat digunakan sebagai titik di mikroskop transmisi electron untuk meningkatkan perbedaan dari specimen biologi di bagian ultra tipis dan negative strain dari virus, organel sel terisolasi dan makromolekul
6. Pada pemeliharaan makanan untuk menghambat pertumbuhan akar setelah panen
7. Uranium dapat digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa

5. Neptunium(Np)
Sejarah
Neptunium merupakan unsure transuranium buatan yang pertama dalam seri aktinida. Neptunium ditemukan oleh Edwin M. McMillan dan Abelson di Berkeley, California, Amerika Serikat pada tahun 1940. Mcmillan dan Abelson menumbukkan uranium dengan netron yang diproduksi dari suatu alat pemecah atom dan menghasilkan Neptunium. Nama asli neptunium diambil dari nama planet Neptunus.
Sifat umum dan bentuk Kristal
Jari-jari :175 ppm
Kondukti vitas Termal : 6,3Wm-1 K-1
Neptunium tidak terjadi secara alami tetapi disintesis dengan reaksi tangkapan neutron pada uranium. Neptunium secara khas terjadi di lingkungan sebagai suatu oksida, walaupun senyawa lain mungkin ada. Neptunium lebih reaktif disbanding unsure-unsur yang transuranik lain seperti plutonium, amerisium, dan kurium. Neptunium secara lebih bertahan pada partikel berpasir sekitar 5kali lebih tinggi disbanding pada tanah yang mengandung air.
Neptunium masuk kedalam badan dengan makan makanan, air minum, atau menghirup udara. Setelah proses pencernaan atau hal penghisapan, kebanyakan neptunium dikeluarkan dari badan di dalam beberapa hari dan tidak pernah masuk sistem darah. Neptunium secara umum memberikan resiko terhadap kesehatan jika masuk ke dalam badan, walaupun ada resiko eksternal kecil berhubungan dengan sinar gama yang dipancarkan oleh neptunium-236 dan neptunium-237 serta sejumlah hasil luruhan yang berumur pendek dari protactinium-233. Struktur Kristal dari neptunium adalah ortorombik
gambar : struktur Kristal Neptunium
Parameter sel dari Neptunium adalah :
a : 285,37 pm
b : 586,95 pm
c :495,48 pm
α : 90,000o
β : 90,000o
γ : 90,000o





Senyawa
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
NpF3; NpF4; NpF5; NpF6
2
Klorida
NpCI3; NpCI4
3
Bromida
NpBr3; NpBr4
4
Iodida
NpI3
5
Oksida
NpO; NpO2; Np2O5
6
Sulfida
Np2S3
7
Nitrida
NpN

Reduksi dan oksidasi
Dibawah ini ditunjukan potensial reduksi standar dari neptunium :
Isotop
Isotop
kelimpahan
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
235Np
sintesis
396,1 abad
5.192
0.124
231Pa
235U
236Np
Sintesis
154x103 thn
0.940
0.940
5.020
236U
236Pu
232Pa
237Np
Sintesis
2,144x106 thn
4.959
233Pa

kegunaan
tidak ada penggunaan komersial utama dari neptunium, walaupun neptunium-237 digunakan kebagai komponen dalam instrument pendeteksi netron. Neptunium-237 dapat juga digunakan untuk membuat plutonium-238 (dengan penyerapan suatu netron). Neptunium bias dipertimbankan untuk digunakan pada senjata nuklir, walaupun tidak ada Negara yang diketahui menggunakan neptunium untuk membuat bahan peledak berbahan nuklir.

6. Plutonium(Pu)
Sejarah
Pu disintesis oleh Glenn T. Seaborg, E.M Mc Millan, J.W Kennedy dan A.C Wahl pada tahun 1940 dari bombardier deuteron pada uranium dalam “cyclotron” (alat yang digunakan untuk mempercepat partikel atom) di Berkeley, California, USA. Penamaannya diambl dari planet Pluto.
Sifat umum
Sebuah logam berat, beracun berwarna putih keperakan dan radioaktif alami.
Volume molar ; 12.29 cm3 rigidity modulus : 43 GPa
Velocity of sound : 2260 m/s Poissons ration :0.21
Youngs modulus : 96 GPa Resivitas elektrik : 150.10-8 Ωm
Jumlah plutonium di alam sangat kecil, yaitu 1/1011 bagian, sebagian besar dihasilkan dalam reactor sebagai hasil samping proses fisal. Besarnya kandungan isotop Pu dalam bahan bakar bekas tergantung pada derajat bakar dan pengkayaan, yang dapat dipungut kembali melalui prosae daur ulang.
Bentuk Kristal
Space group : P21/m (space group number : 11)
Struktur : monoklinik
Parameter sel :
a : 618.3 pm α : 90,000o
b : 482.2 pm β : 101.790o
c :1096.3 pm γ : 90,000o
reduksi dan oksidasi
dibawah ini ditunjukan potensial reduksi standar dari plutonium :
Isotop
isotopo
Massa
Waktu paruh
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
236Pu
236.04605
2.87 tahun
α
232U
237Pu
237.04840
45.7 hari
EC
α
237Np
232U
238Pu
238.04955
87.74 tahun
α
234U
239Pu
239.05216
24110 tahun
α
235U
240Pu
240.05381
6537 tahun
α
236U
241Pu
241.05648
14.4 tahun
α
β-
237U
241Am
242Pu
42.05874
3.76x105 tahun
α
238U
243Pu
243.06200
4.956 jam
β-
243Am
244Pu
244.064199
8.2x107 tahun
α
240U
245Pu
245.06774
10.5 jam
β-
245Am
246Pu
246.07020
10.85 hari
β-
246Am

Persenyawaan
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
PuF3; PuF4; PuF6
2
Klorida
PuCI3
3
Bromida
PuBr3
4
Iodida
PuI3
5
Oksida
PuO; PuO2; Pu2O3
6
Sulfida
PuS; Pu2S3
7
Nitrida
PuN
8
Hidrida
PuH2; PuH3
9
Selenida
PuSe


Kegunaan
Plutonium dan beberapa isotopnya memegang peranan penting dalam bidang teknologi nuklir. Pu digunakan untuk bahan bakar dalam reactor daya dan pembiak, bahan perunut pada pengeboran sumur minyak, kalibrasi peralatan, bahan pembuatan baterai nuklir berumur panjang, stasiun cuaca terpencil, rambu navigasi, dan bahan pembuatan senjata nuklir.
7. Amerisium (Am)
Sejarah
Amerisium didefinisikan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, L. morgan, Albert Ghiorso di USA 1944. Amerisium dihasilkan oleh reaksi netron oleh isotop Pu dalam reactor nuklir. Penamaannya diambil dari kata “America”.
Bentuk Kristal
Parameter sel :
a : 346.81 pm α : 90,000o
b : 346.81 pm β : 90,000o
c : 1124.1 pm γ : 120,000o
Reduksi dan oksidasi
dibawah ini ditunjukan potensial reduksi standar dari Amerisium :





Isotop
isotopo
Massa
Waktu paruh
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
237 Am
237.0503
1.22 jam
EC
α
237 Pu
233 Np
238Am
238.05198
1.63 jam
EC
α
238Pu
234Np
239Am
239.05302
11.9 jam
EC
α
239Pu
235Np
240Am
240.05529
2.12 jam
EC to
α
240Pu
236Np
241Am
241.05682
432.2 tahun
α to
237Np
242Am
242.05654
16.02 jam
EC
β-
242Pu
242Cm
243Am
243.061375
7370 jam
α
239Np
244Am
244.06428
10.1 jam
β-
244Cm
245Am
245.06644
2.05 jam
β-
245Cm

Persenyawaan
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
AmF3; AmF4
2
Klorida
AmCI2; AmCI4
3
Bromida
AmBr2; AmBr3
4
Iodida
AmI2; AmI3
5
Oksida
AmO; AmO2; Am2O3

Kegunaan
Sumber ionisasi untuk smoke detector dan Am-241 sebagai sumber sinar γ

8. Kurium (Cm)
Sejarah
Kurium ditemukan oleh Glenn Seaborg, Ralph James, dan Albert Giorso di USA pada tahun 1944, sebagai hasil dari bombardier ion Helium pada isotop Pu 239. Penamaan dari nama akhir Pierre dan Marie “Curie”

Bentuk Kristal
Space group : P23/mmc (space group number : 194)
Struktur : hcp (hexagonal close-packed)
Parameter sel :
a : 349.6 pm α : 90,000o
b : 349.6 pm β : 90,000o
c :1133.1 pm γ : 120,000

reduksi dan oksidasi
dibawah ini ditunjukan potensial reduksi standar dari kurium :
Isotop
isotopo
Massa
Waktu paruh
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
240 Cm
240.05552
27 jam
α
EC
236 Pu
240Am
241Cm
241.05765
32.8 Hari
α
EC
237Pu
241Am
242Cm
242.05883
162.8 hari
α
238Pu
243Cm
243.06138
28.5 tahun
α
EC
239Pu
243Am
244Cm
244.06275
18.11 tahun
α
240Pu
245Cm
245.06548
8500 tahun
α
241Pu
246Cm
246.06722
4780 tahun
α
242Pu
247Cm
247.070347
1.56x107
α
243Pu
258Cm
248.07234
3.4x105 tahun
α
244Pu
249Cm
249.07595
64.15 menit
β-
249Bk
250Cm
250.07835
9700 tahun
α
β-
246Pu
250Bk

Persenyawaan
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
CmF3; CmF4
2
Klorida
CmCI3
3
Bromid
CmBr3
4
Iodida
CmI3
5
Oksida
CmO; CmO2; Cm2O3
Kegunaan
Penggunaan kurium hanya terbatas untuk keperuan tertentu. Kurium digunakan sebagai sumber tenaga thermoelektrik, juga sebagai sumber partikel alpha untuk spectrometer X-Ray proton alpha I Mars.

9. Berkelium (Bk)
Serjarah
Berkelium ditemukan oleh Glenn T. Seaborg, Stanley G. Thompson, dan Albert Ghiorso pada tahun1949 di USA, dengan menembakkan Amerisium dengan partikel alpha (ion He) dalam “cliclotron”. Penamaannya diambil dari nama koyta California. Berkelium merupakan unsure transuranium kelima yang berhasil di sintesis.
Bentuk Kristal : hexagonal close-packed
Oksidasi dan reduksi
Dibawah ini ditunjukkan potensial reduksi tandar dari berkelium:



Isotop
isotop
kelimpahan
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Produk peluruhan
245Bk
Sintesis
4.94 d
0.810
6.455
245Cm
241Am
246Bk
Sintesis
1.8 d
6.070
1.350
242Am
246Cm
247Bk
Sintesis
1380 tahun
5.889
243Cm
248Bk
sintesis
>9 tahun
5.803
244Am
249Bk
Sintesis
330 d
5.526
0.125
245Am
249Cf


Persenyawaan
No
Persenyawaan
Senyawa
1
FLORIDA
BkF3; BkF4
2
Klorida
BkCI3
3
Bromida
BkBr3
4
Iodida
BkI3
5
Oksida
BkO; BkO2; Bk2O3

Kegunaan
Berkelium adalah radioaktif, hanya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil, penggunaannya seakan tidak ada

10. Kalifornium(Cf)
Sejarah
Kalifornium ditemukan oleh Glenn T Seaborg, Stanley G. Thompson, Albert Ghiorso, dan Kenneth Street pada tahun 1950 di USA, dengan membombardir Cm-242 dengan ion He. Penamaannya diambil dari nama unversitas di USA yaitu California.


Bentuk Kristal
Space group : P63/mmc (space group number : 194)
Struktur : hcp (hexagonal close-packed)
Parameter sel :
a : 338 pm α : 90,000o
b : 338 pm β : 90,000o
c :1102.5 pm γ : 120,000
reduksi dan oksidasi
dibawah ini ditunjukan potensial reduksi standar dari kalifornium :
Isotop
isotopo
Massa
Waktu paruh
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
248 Cm
248.07218
334 hari
α
244Cm
249Cm
249.07485
351 tahun
α
245Cm
250Cm
250.07640
13.1 tahun
α
246Cm
251Cm
251.079580
898 tahun
α
247Cm
252Cm
252.08162
2.64 tahun
α
248Cm
253Cm
253.08513
17.8 hari
α
β-
249Cm
253Es
254Cm
254.08732
60.5 hari
α
250Cm
255Cm
255.0910
1.4 jam
β-
255Es
Persenyawaan
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
CfF3; CfF4
2
Klorida
CfCI2; CfCI3
3
Bromida
CfBr2; CfBr3
4
Iodida
CfI2; CfI3
5
Oksida
CfO2; Cf2O3

Kegunaan
Penggunaan kalifornium hanya untuk keperluan tertentu. Bahan bakar dari Cf-252 digunakan sebagai fragmen sumber fisi untuk tujuan penelitian. Kalifornium merupakan sumber netron yang baik, digunakan untuk deteksi emas dan perak.

11. Einsteinium (Es)
Sejarah
Ditemuakn oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia pada tahun 1952. Diberi nama seperti nama Albert Einstein.
Isotop 253Es dibuat dengan penembakan 15 neutron pada 238U. pada tahun 1961. Eineteinium disintesis untuk menghasilkan jumlah mikroskopik 253U. berat sampel kira-kira 0,01 mg dan digunakan untuk membuat mendelevium. Lebih jauh einsteinium dihasilkan oleh Oak Ridge National Laboratory’s High Flux Isotop Reactor, Tennesse dengan menembakan neutron pada 239Pu. Selama 4 tahun dihasilkan kira-kira 3 mg. 19 isotop dari einsteinium yelah dihasilkan. Bentuk paling stabil 252Es dengan waktu paruh 471,7 hari. Einsteinium merupakan logam radioaktif.
Isotop
isotopo
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Metode peluruhan (penembakan)
produk peluruhan
252Es
471,7 hari
6,760
1,260
0,480
Menembakan α
penembakanβ
248Bk
252Cf
252Fm
253Es
20,47 hari
6,739
Penembakan α
249Bk
254Es
275,7 hari
0,654
1,090
6,628
penembakan
β
Penembakan α
246Cm
254Fm
250Bk
255Es
39,8 hari
0,288
6,436

255Fm
251Bk



Senyawa
No
Persenyawaan
Senyawa
1
Florida
EsF3
2
Klorida
EsCI2; EsCI3
3
Bromida
EsBr; EsBr3
4
Iodida
EsI2; EsI3
5
Oksida
EsO3

Kegunaan
Einsteinium belum banyak diketahui kegunaannya.

12. Fermium (Fm)
Sejarah
Fermium ditemukan oleh Albert Ghiorso dari Universitas Kalivornia bersama Stanley G. Thompson, Gary H. Higgins, Glenn T. Seaborg (tim dari laboratorium Radiasi dan departemen kimia Universitas Kalifornia) pada tahun 1953. Namanya diambil dari seorang ilmuan Enrico Fermi.
Sifat umum
Dihasilkan dari 235U yang bergabung dengan 17 neutron pada ledakan bom hydrogen. 253Fm, dapat dihasilkan dari penembakan neutron pada 239Pu. Fermium adalah logam radioaktif dengan isotop stabil adalah 257Fm dengan waktu paruh 100,5 hari.
Isotop
isotopo
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
252Fm
25,39 hari
7,153
Menembakan α
248Cf
253Fm
3 hari
0,333
7,197
Penangkapan electron
Menembakan α
253Es
249Cf
255Fm
20,07 hari
7,241
Penembakan α
251Cf
257Fm
100,5 hari
6,436
Penembakan α
253Cf
Kegunaan
Hingga saat ini belum diketahui kegunaan dari fermium
13. Mendelevium (Md)
Sejarah
Pertama kali ditemukan oleh G.T. Seaborg, S. G. Thompson, A. Ghiorso, K. Street Jr pada tahun 1955 di amerika serikat tepatnya di UniVersitas Kalivornia.
Mendelevium dihasilkan dari penembakan 253Es oleh partikel α. Nama unsure ini di ambil dari Dmitri Ivanovitch Mendeleyev, orang yang menyusun table periodic unsure.
Bentuk dan sifat umum
Termasuk unsure logam dengan bilangan oksidasi : 2,3
Isotop
isotopo
Waktu paruh
Energi peluruhan (MeV)
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
257Md
5,52 jam
0,406
7,558
Penangkapan e
Penembakan α
237Fm
253Es
258Md
51,5 hari
1,230

258Fm
259Md
31,8 hari
7,000
1000
Penembakan α
260Fm
260No
Kegunaan
Kegunaan dari mendelevium belum diketahui

14. Nobelium(No)
Sejarah
Nobelium ditemukan oleh Albert Ghiorso, T. Seaborg, Johan R. Watson dan Torborn
Skkeland (1958) di universitas kalivornia, USA. Nama unsure ini di ambil dari Alfert Nobel, ilmuan yang menemukan dinamit dan mendirikan penghargaan nobel.
Bentuk dan sifat umum
Nobelium dihasilkan dari penembakan kurium oleh karbon-13 yang kemudian dihasilkan 254No dengan waktu paruh 55 detik. Terakhir dihasilkan isotop nobelium dengan waktu paruh 10 menit pada 8,5 MeV dengan penembakan 244Cm oleh 13C. merupan unsure logan demgan bilangan oksidasi : 2,3
Isotop
isotopo
Waktu paruh
Waktu paruh
Metode peluruhan (penembakan)
Hasil peluruhan
253No
1,7 menit
8,440
3,200
Penembakan α
Penangkapan e
249Fm
253Md
255No
3,1 menit
8,445
2,012
Penembakan α
Penangkapan e
251Fm
255Md
259No
58 menit
7,910
0,500
Penembakan α
Penangkapan e
255Fm
259Md
Kegunaan
Belum banyak diketahui tentang penggunaan nobelium

15. Lawrensium (Lr)
Sejarah
ditemukan oleh Albert Ghiorso, torborn Sikkelland, Almon Larsh, Robert dirubah menjadiM. lattimer pada bulan February tahun 1961 di universitas kaklifornia, amerika serikat. Diberi nama sepertin Ernest O. Lawrence, penemu cyclotron. Sebelumnya digunakan symbol Iw, tapi pada tahun 1963
bentuk dan sifat umum
unsur ini dihasikan dengan menembakan ion boron-10 dan 11 pada kalifornium.
Lawrensium termasuk unsure lohgam dengan bilangan oksidasi 3
Isotop
Isotop paling stabil dari lawrencium adalah 262Lr dengan waktu paruh 4 jam
Kegunaan
Hingga saat ini belum diketahui kegunaan dari lawrensium

UNSUR GOLONGAN VIIB

TUGAS MAKALAH KIMIA UNSUR
“GOLONGAN VII B”

Dosen pengampu : Drs.Pranoto, M.Sc.
















Disusun oleh :
Ana Sofiana (M0306017)
Muh. Irfan Syafi’i (M0306044)
Sumarsih (M0306059)


JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2008

GOLONGAN VII B

Golongan VII B disebut juga golongan mangan. Golongan VII B mempunyai 4 unsur anggota yaitu mangan, teknesium, renium dan bohrium. Golongan VII B mempunyai konfigurasi electron (n-1)d5ns2. Berikut ini tabel nomor atom dan konfigurasi elektronnya:
Nama unsur
Nomor atom
wujud
Konfigurasi elektron
Mangan
25
Padat
(Ar)3d54s2
Teknesium
43
Padat
(Kr)4d55s2
Renium
75
Padat
(Xe)4f145d56s2
Bohrium
107
Padat
(Rn)5f146d57s2

Sifat Fisika dari unsur golongan VII B antara lain:
Jari-jari atom: Dari mangan sampai teknesium jari-jari atom semakin kecil, sedangkan renium mempunyai jari-jari atom yang sama dengan teknesium
Titik didih: Dari atas ke bawah kecenderungan titik didih semakin besar
Titik leleh : Dari atas ke bawah titik leleh juga semakin besar
Keelektronegatifan: Dari mangan sampai teknesium keelektronegatifannya semakin besar, sedangkan renium mempunyai keelektronegatifan yang sama dengan teknesium
Energi ionisasi : Dari atas ke bawah energi ionisasi menunjukkan ketidakaturan
Aktivitas kimia : Dari atas ke bawah aktivitas kimia semakin kecil

Unsur-unsur golonagn VII B
1. Mangan (Mn)
Mangan adalah suatu unsur kimia yang mempunyai nomor atom 25 dan memiliki symbol Mn. Mangn ditemukan oleh Johann Gahn pada tahun 1774 di Swedia. Logam mangan berwarna putih keabu-abuan. Mangan termasuk logam berat dan sangat rapuh tetapi mudah teroksidasi. Logam dan ion mangan bersifat paramagnetic. Hal ini dapat dilihat dari obital d yang terisi penuh pada konfigurasi electron. Mangan mempunyai isotop stabil yaitu 55Mn.

Ketersediaan :
Mangan ditemukan di alam dalam bentuk:
Pyrolusite (MnO2)
Brounite (Mn2O3)
Housmannite (Mn3O4)
Mangganite (Mn 2O3.H2O)
Psilomelane [(BaH2O)2.Mn5O10]
Rhodochrosite (MnCO3)
Di Indonesia, mangan telah ditemukan sejak 1854, yaitu terdapat di Karangnunggal, Tasikmalaya (Jabar) tetapi baru dieksploitasi pada tahun 1930. daerah-daerah lain yang mempunyai potensi mangan adalah Kulonprogo (Yogya), pegunungan karang bolong (Kedu Selatan), Peg. Menoreh (magelang), Gunung Kidul, Sumatera Utara Pantai Timur, aceh, dll
Keamanan :
Dalam konsentrasi tinggi mangan merupakan senyawa beracun tapi tidak lebih beracun dari besi, nikel dan tembaga. Debu dan uap mangan tidak boleh
melebihi batas 5mg/m3 untuk dihirup dalam waktu yang singkat. Keracunan mangan dapat mengakibatkan gangguan motorik dan gangguan kognitif.
Sifat fisika:
Fase
Padat
Massa jenis(suhu kamar)
7.21 g/c m3
Titik lebur
1519 K
Titik didih
2334 K
Kalor peleburan
12.91 kJ/mol
Kalor penguapan
221 kJ/mol
Kapasitas kalor
26.32 J/mol K
Elektronegativitas
1.55
Energi ionisasi
717.3 kJ/mol
Jari-jari atom
140 pm














Sifat kimia
sifat-sifat oksida mangan
Mangan memiliki tingkat oksidasi lebih banyak dimana menyebabkan mangan memiliki bebrapa sifat dari senyawa oksida mangan tersebut, yaitu:
Oksida
Bilangan oksidasi
Sifat
MnO
+2
Basa
MnO + H2SO4 → MnSO4 + H2O
Mn2O3
+3
Basa lemah
Mn2O3 + 6HCl → 2MnCl3 + 3H2O
MnO2
+4
Amfoter
MnO2 + 4HCl → MnCl2 + 2H2O + Cl2
MnO + Ca(OH)2 → CaO.MnO2 + H2O
MnO3
+6
Asam
3MnO4 + H2O → 2HMnO4 +MnO2
Mn2O7
+7
Asam
Mn2O7 + H2O → 2HMnO4

reaksi kimia
1. Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa secara perlahan dan gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s) + 2H2O → Mn(OH)2 +H2
2. Reaksi dengan udara
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s) + 2O2 → Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
3. Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan (II) halida, reaksi:
Mn(s) +Cl2 → MnCl2
Mn(s) + Br2 → MnBr2
Mn(s) + I2 → MnI2
Mn(s) + F2 → MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2 → 2MnF3(s)
4. Reaksi dengan asam
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)

Pembuatan
Mangan diperoleh dengan ekstraksi oksida-oksidanya dari tambang bijihnya. Prosesnya ada beberapa cara antara lain:
Reduksi dengan karbon
Oksida mangan yang telah diekstraksi dicampur dengan karbon lalu dipanaskan, sehingga terjadi reaksi:
Mn3O4 + 4C → 3Mn + 4CO
MnO +2C → Mn + 2CO
Proses alumino thermic
Bijih dicuci dengan mengalirkan air dan dipanggang dengan dialiri udara lalu dipanaskan terus sampai pijar(merah) dimana MnO2 akan berubah menjadi Mn3O4
MnO2 → Mn3O4 + O2
Oksida yang terbentuk dicampur dengan bubuk aluminium dalam krus, lalu ditimbuni dengan bubuk magnesium dan barium peroksida. Reduksi terjadi dalam pemanasan
3Mn3O4 + 8Al → 4Al2O3 + 9Mn
Metode elektrolisa
Mangan secara besar-besaran diprodiuksi dengan cara ini:
Bijih digiling dan dipekatkan dengan proses gravity
Bijih yang sudah dipekatkan dipanggang (elumino proses) sampai terbentuk Mn3O4
Mn3O4 diubah menjadi MnSO4
Mn3O4 dipanaskan bersama H2SO4 encar maka terbentuk MnSO4 (larut) dan MnO2 (tak larut). MnO2 dapat dipijarkan lagi menjadi Mn3O4 dan proses diulang seperti diatas.
Elektrolisa larutan MnSO4 dielektrolisa menggunakan katoda merkuri. Mangan dibebaskan pada katoda ini membentuk amalgam. Selanjutnya amalgam didestilasi dimana Hg akan menguap lebih dulu dan tinggal mangan.

Sifat-sifat mangan :
Mangan logam yang sangat keras, rapuh, sedikit keabu-abuan masa jenis 7,2.
Logam murni tak bereaksi dengan air tetapi bereaksi dengan uap air, larut dalam asam. Dengan HNO3 yang sangat encer melepaskan H2.
Pemanasan dalam N2 pada suhu 12000C membentuk Mn3N2. mangan juga dapat bereaksi dengan karbon, belerang dan klor.

Kegunaan :
Sebagai bahan campuran dalam pembuatan ferromangan (70-80% Mn), besimangan (13% Mn), manganin (campuran Cu, Mn, Ni)
Bahan pembuat isolator
Beberapa senyawa mangan ditambahkan ke bensin untuk menambah nilai oktan dan menurunkan ketukan mesin
Untuk pembuatan baterai, as roda, keramik dan saklar rel
Digunakan untuk pewarnaan kaca dan dalam konsentrasi tinggi untuk pewarnaan batu permata
Digunakan untuk mencegah karat atau korosi pada baja


2. Teknesium (Tc)
Teknesium adalah suatu unsur kimia dalam table periodik yamg mempunyai lambang Tc dan nomor atom 43. Teknesium ditemukan oleh Carlo Perrier dan Emillo Segre tahun 1937 di Italia. Logam teknesium berwarna putih keabu-abuan. Isotop yamg paling stabil adalah 69Tc dengan waktu paruh 2.2 x 105 tahun.

Keberadaan:
Logam dan senyawa teknesium jarang ditemukan di alam. Kebanyakan diperoleh dari radiasi kosmik yang sangat kuat dari Mo (molybdenum), Nb (niobium), Ru (Ruthenium) atau melalui pemecahan spontan dari uranium. Semua isotop teknesium bersifat radioaktif.

Sifat fisika :
Fase
Padat
Massa jenis(suhu kamar)
11 g/c m3
Titik lebur
2430 K
Titik didih
4538 K
Kalor peleburan
33.29 kJ/mol
Kalor penguapan
585.2 kJ/mol
Kapasitas kalor
24.27 J/mol K
Elektronegativitas
1.9
Energi ionisasi
703 kJ/mol
Jari-jari atom
135 pm
Afinitas elektron
-53 kJ/mol

Sifat kimia :
Reaksi kimia
1.Reaksi dengan air
Teknesium tidak beraksi dengan air
2.Reaksi dengan udara
Teknesium dalam bentuk bubuk dan sponge lebih reaktif. Ketika dibakar dengan oksigen menghasilkan teknesium (VII) oksida sesuai reaksi :
4Tc(s) + 7O2(g) → 2Tc2O7(s)
3.Reaksi dengan halogen
Teknesium direaksikan dengan fluorin menghasilkan campuran teknesium (VI) fluoride, sesuai reaksi :
Tc(s) + F2(g) → TcF6(s)
2Tc(s) + 7F2(g) → 2TcF7(s)

4.Reaksi dengan asam
Teknesium tidak larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam hidroflourik (HF). Teknesium dapat larut dalam asam nitrit (HNO3) atau H2SO4, dimana dalam keduanya akan teroksidasi untuk membentuk larutan asam perteknetik (HTcO4), yang memiliki bilangan oksidasi stabil +7.

Pembuatan :
Teknesium dibuat pertama kali dengan menembakkan molybdenum dengan deuteron (hydrogen berat) di siklotron dan merupakan elemen buatan pertama. Di bumi teknesium diproduksi melalui peluruhan uranium 235 di reactor nuklir. Teknesium juga dideteksi pada spektra bintang dan matahari

Kegunaan :
Teknesium dapat mencegah korosi dan stabil dalam melawan aktivitas neutron, sehingga dapat digunakan untuk membangun reactor nuklir.
Isotop Tc-99m digunakan untuk memberikan sumber radiasi/terapi dengan memancarkan sinar gamma murni dalam pengobatan karena dapat mendeteksi tumor di organ hati, otak, tiroid dan limpa.
Campuran antara Tc-99m dan senyawa timah dapat menjepit sel darah merah yang selanjutnya dapat digunakan untuk memetakkan gangguan sirkulatori.
Isotop teknesium-99m digunakan untuk kalibrasi peralatan.

3. Renium(Re)
Renium adalah suatu unsur kimia dalam table periodic yang mempunyai lambang Re dan nomor atom 75. Renium pertama kali ditemukan oleh Walter Noddack, Ida Tacked an Otto Berg tahun 1925. renium merupakan logam transisi yang berbentuk padat dan berwarna putih keabuan. Renium mempunyai daya rentang dan elastisitas tinngi. Campuran renium-molybdenum adalah sangat superkonduktif pada suhu 10K.

Keberadaan
Renium dapat ditemukan dalam sejumlah kecil gadolinite dan molybdenite. Renium sering disuplai dalam bentuk bubuk atau sponge dan dalam bentuk ini renium lebih reaktif. Renium adalah elemen alam yang terakhir ditemukan dan termasuk dari kelompok 10 logam termahal di bumi. Renium juga ditemukan dalam dzhezkazganite CuReS4

Sifat fisika
Fase
Padat
Massa jenis(suhu kamar)
21.02 g/c m3
Titik lebur
3459 K
Titik didih
5869 K
Kalor peleburan
60.43 kJ/mol
Kalor penguapan
704 kJ/mol
Kapasitas kalor
25.48 J/mol K
Elektronegativitas
1.9
Energi ionisasi
760 kJ/mol
Jari-jari atom
135 pm














Sifat kimia
Reaksi kimia:
1. Reaksi dengan air
Renium tidak bereaksi dengan air
2. Reaksi dengan udara
Renium bereaksi dengan oksigen membentuk renium (VII) oksida sesuai reaksi
4Re(s) + 7O2(g) → 2Re2O7(s)
3. Reaksi dengan halogen
Renium bereaksi dengan fluorin menghasilkan senyawa renium (VI) fluoride dan renium (VII) flurida, reaksi:
Re(s) + 3F2(g) → ReF6(s)
2Re(s) + 7F2(g) → 2ReF7(s)
4. Reaksi dengan asam
Renium tidak dapat larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam hidroflorik (HF), tetapi dapat larut dalam asam nitrit (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) dimana dalam keduanya renium akan teroksidasi membentuk larutan perrhenic (HReO4) yang memiliki bilangan oksidasi yang stabil +7

Pembuatan:
Renium dapat dibuat dengan mereaksikan NH4ReO4 dalam stream atau aliran hidogen melalui reaksi:
2 NH4ReO4 + 4H2 → 2Re + N2 + 8H2O

Kegunaan:
a. Isotop Re-186 dan Re-188 disamping memancarkan sinar gamma juga memancarkan sinar beta dengan energi sesuai yang digunakan untuk kepentingan terapi
b. Untuk campuran dalam tungsten dan molybdenum yang digunakan untuk pembuatan komponen misil, filament elektronik, kontak listrik, elektroda dan filament oven
c. Digunakan untuk pembuatan bohlam, permata, pelat atau logam elektrolisis

Sekilas perbedaan renium dan teknesium
Secara umum sifat Te mirip dengan Re, namun dalam beberapa hal terdapat perbedaan. Secara kinetik kimia, senyawa renium dalam berbagai kasus lebih sulit disintesis daripada teknesium. Hal ini disebabkan senyawa renium yang lebih lembam, potensial reduksi lebih rendah dan sifatnya yang paling stabil pada tingkat oksidasi yang lebih tinggi. Karena perbedaan kinetik kimia ini, maka metode sintesis senyawa Re dan Te umumnya berbeda.

4. Bohrium (Bh)
Bohrium merupakan suatu unsur kimia dalam tabel periodic yang memiliki lambing Bh dan nomer atom 107. bohrium berwujud padat pada suhu 298 K dan kemungkinan berwarna putih silver atau keabu-abuan. Bohrium ditemukan oleh ilmuwan soviet di “Joint Institute for Nuclear Research” di Dubna, Soviet (Rusia) pada tahun 1976. Pada tahun 1975 ilmuwan Soviet di Dubna melakukan sintesis elemen 107 yang hanya dapat bertahan selam 2/1000detik. Kemudian para fisikawan di “Heavy Ion Research Laboratiry” di Darmstadt, Jerman Timur menginformasikan penemuannya dengan mensintesis dan mengidentifikasi 6 nuklei dari elemen tersebut. Pada Agustus 1997 the International Union of Pure and Applied Chemistry mengumumkan pemberian nama untuk elemen tersebut adalah Bohrium untuk menghormati fisikawan Denmark yaitu Niels Bohr. Sebelum dinamakan unnilsentium dari bahasa latin “one zero seven”

Keberadaan:
Bohrium adalah elemen sintetis yang tidak terdapat dialam sama sekali. Bohrium bersifat radioaktif. Sumbernya berasal dari penembakan Bi204 dengan nuclei Cr54. Isotop bohrium yang paling stabil adalah Bh-262 yang mempunyai waktu paruh 17detik yang berasal dari reaksi fusi Pb 209 dengan satu chromium Cr54:
209Pb + 54Cr → 262Bh + 1n
Bilangan oksidasi yang stabil diperkirakan adalah +7. Informasi tentang kegunaan bohrium, sifat fisika, dan sifat kimia yang lain sampai saat ini belum diketahui karena waktu paruhnya sangat singkat.





















DAFTAR PUSTAKA

Drs Pranoto MSc, Drs Ashadi, Drs Haryono MDs.1992.Kimia Anorganik II.UNS
www.enviromentalchemistry.com
www.paulalanfreshney.com
www.wikipedia.com

UNSUR GOLONGAN VI B

GOLONGAN VI B

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kimia Unsur






Disusun oleh :
Deswita Aristiyanti (M0306005)
Maulia Wardani (M0306010)
Eva Rusdinayah (M0306031)




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008


GOLONGAN VI B


Chromium (Cr)

Chromium berasal dari kata chroma yang berarti warna. Banyak komponen warna yang dapat dibuat dari chromium. Chromium ditemukan oleh Louis Vauquelin di Perancis pada tahun 1797. Chromium terletak di blok d, golongan 6, periode 4. Chromium pada suhu 298 K berwujud padat bersifat antiferomagnetik. Memiliki masa molekul relative 51,9961 g/mol. Memiliki no atom 24 dan memiliki masa jenis 1,15 g/m3.

Keelektronegatifan dari chromium adalah 1,66. Enthalpy pengatomannya adalah 121,8 KJ/mol pada 250 C; Enthalpy peleburannya adalah 15,3 KJ/mol dan enthalpy penguapannya sebesar 341,8 KJ/mol serta memiliki kapasitas panas 23,35 J/mol K dan konduktifitas panasnya sebesar 93,9 W/m K, juga memiliki rasio racun sebesar 0,21. Memiliki kecepatan suara 5940 m/s. Kekerasan Brinell dari Chromium adalah 1120 Mpa, kekersasan mohsnya sebesar 8,5 dan kekerasan vickersnya sebesar 1060 Mpa. Cr juga memiliki nilai modulus yaitu modulus young sebesarr 297 Gpa, modulus shear sebesar 5940 Gpa, dan modulus Bulk sebesar 160 Gpa. Chromium memilki resistvittas electric sebesar 125 Ωm dan konduktivitas electric sebesar 0,0774x106 /cmΩ. Kromium merupakan padatan yang tidak mudah menyala.
Tingkat energi dari Chromium adalah:

Kα1
5,41 KeV
Kβ1
5,95 KeV
L α1
0,57 KeV
L β1
0,58 KeV

Chromium memiliki jari-jari atom sebesar 140 pm, jari-jari Bohr sebesar 166pm dan jari-jari kovalen sebesar 127 pm.

Utama
Cr3+
Lain-lain

Cr2-, Cr1-, Cr0 , Cr1+ , Cr2+ , Cr4+ , Cr5+ , Cr6+

Energi ionisasi dari Chromium adalah :

M-M+
652.7
M+-M2+
1592
M2+-M3+
2987
M3+-M4+
4740
M4+-M5+
6690
M5+-M6+
8738
M6+-M7+
15550
M7+-M8+
17830
M8+-M9+
20220
M9+-M10+
23580

Tekanan uap dari Chromium adalah:

P (Pa)
1
10
100
1K
10K
100K
T (K)
1656
1807
1991
2223
2530
2942

Struktur kristal dari Chromium adalah :






Structure
Body centered cubic


a=291 pm
b=291 pm
c=291 pm
α=900
β=900
γ=900

Adapun reaksi yang terjadi pada Chromium sebagai berikut :
Reaksi dengan air
Tidak bereaksi dengan air pada suhu ruangan.
Reaksi dengan oksigen
tidak bereaksi denfan oksigen pada suhu ruangan
Reaksi dengan halogen
Krom bereaksi dengan fluoride pada 4000 C dan pada tekanan 200-300 atm membentuk chromium (IV) fluoride.
Reaksi:
Cr(s) + 3F2(g) CrF6(s)
Dibawah kondisi ekstrim, chromium (V) fluoride dapat dibentuk.
Reaksi :
2Cr(s) + 5F2(g) 2CrF5(s)
Dibawah kondisi lebih normal, reaksi chromium dengan halogen membentuk chromium (III) trihalides.
Reaksi :
2Cr(s) + 3F2(g) 2CrF3(S)
2Cr(s) + 3Cl2(g) 2CrCl3(S)
2Cr(s) + 3Br2(g) 2CrBr3(S)
2Cr(s) + 3I2(g) 2CrI3(S)


Chromium termasuk jenis logam yamg berwarna silver. Memiliki titik didih
2495oK dan memiliki titik lebur 21300K. konfigurasi elektronnya adalah [Ar] 3d5 4s1. Chromium tidak ditemukan bebas dialam namun ditemukan dalam persenyawaanya diantaranya adalah Chromite [Fe, Mg(CrO4)],Chromite merupakan tambang yang penting. Bijih chromium merupakan tambang di Afrika Selatan, Zimbabwe, Finlandia, India, Kazakhstan dn Filipina. Per tahunnya produksi Chromium sekitar 20.000 ton dan cadangannya di alam diperkirakan lebih dari 1 milyar ton.

Kegunaan dari Chromium adalah untuk membuat stainless steel, juga
digunakan untuk melapisi komponen mobil, untuk magnet pada tape, pisau, untuk laser dan untuk membuat cat. Chromium (VI) Oksida (CrO3) digunakan untuk industri magnet pada tape, magnet yang dibuat dari kromium oksida kualitasnya lebih baik dari besi oksida.

Gambar dari logam Chromium ;







Logam Chromium dan Chromium (III) tidak bias dipertimbangkan bahaya kesehatannya tetapi Chromium Hexavalen bias berbahaya jika terhirup dan tertelan. Dosis yang mematikan dari Chromium beracun adalah 1 ½ sendok the. Chromium menimbulkan iritasi pada mata, kulit dan membrane mucous. Terpaan yang terus menerus dengan Chromium dapat menyebabkan kerusakan mata permanent. Chromium dapat menyebabkan kanker pada manusia. Organisasi kesehatan dunia merekomendasikan kandungan maksimum Chromium dalam minuman adalah 0,05 miligram per liter.





Molybdenum (Mo)

Molibdenum berasal dari bahasa yunani yaitu molubdos. Molibdenum ditemukan oleh Karl Wilhelm Scheele pada tahun 1778 di Swedia. Molybdenum termasuk golongan 6, blok d, periode 5 dengan konfigurasi electron {Kr}4d5 5s1 dan memiliki no atom 42 serta memiliki massa molekul relative 95,94 g/mol. Memiliki titik didih 4912 K dan titik lebur 28960 K serta memiliki masa jenis 10,28 g/cm3 serta memiliki keelektronegatifan 2,16. volume atomnya adalah 9,4 g/cm3, memiliki kecepatan suara 5400 m/s dan memiliki enthalpy KJ/mol, enthalpy penguapan 589,9 KJ/mol. Memiliki kapasitas panas 24,06 J/mol0K, konduktifitas termalnya sebesar 138 W/mK dan ekspansi termal sebesar 4,8 µm/m K. Memiliki kekerasan Brinell 1500 MPa, kekerasan Mohs sebesar 5,5 Vickers 1530 MPa.

Memiliki modulus bulk 230 GPa, dan memiliki modulus young sebesar 329 GPa serta memiliki rasio racun 0,31. Dan memiliki restivitas elektrik sebesar 53,4 µm, konduktivitas elektronnya 0,187x106 cm Ω. Molibdenum merupakan padatan yang mudah terbakar dalam wujud bubuk. Molybdenum memiliki tingkat energi :

Kα1
17,48 KeV
Kβ1
19,61 KeV
L α1
2,29 KeV
L β1
2,39 KeV

Memiliki jari-jari atom 145 pm, jari-jari bohr 190 pm, dan jari-jari kovalen 145 pm.
Bentuk oksida dari molybdenum adalah :

Utama
Mo6+
Lain-lain

Mo2-, Mo0 , Mo1+ , Mo2+
Mo3+ , Mo4+ , Mo5+ ,

Molybdenum memiliki energi ionisasi :

M-M+
685
M+-M2+
1558
M2+-M3+
2621
M3+-M4+
4480
M4+-M5+
5900
M5+-M6+
6560
M6+-M7+
12230
M7+-M8+
14800
M8+-M9+
16800
M9+-M10+
19700

Tekanan uap dari Molybdenum adalah:



P (Pa)
1
10
100
1K
10K
100K
T (0K)
2742
2994
3312
3707
4212
4879

Struktur kristal dari Molybdenum adalah :

Structure
Body centered cubic

A=314,7 pm
B=314,7 pm
C=314,7 pm
Α=900
Β=900
Γ=900

Reaksi dari molybdenum :
Reaksi dengan air
Tidak bereaksi dengan air pada suhu ruangan.
Reaksi dengan oksigen
Tidak bereaksi dengan oksigen pada suhu ruangan/normal. Pada temperature tinggi membentuk molybdenum (VI) trioxide.
Reaksi :
2MO(S) + 3O2(g) 2MoO3(S)
Reaksi dengan halogen
Pada temperatur ruangan Mo breaksi dengan fluorine membentuk Molybdenum (VI) fluoride.
Reaksi :
Mo(S) + 3F2(g) MoF6(l)




Pada suhu 298 0 K Molybdenum berwujud padat dan berwarna abu-abu.
Molybdenum termasuk kedalam logam. Molybdenum ditemukan di tambang Molybdennum (MoS2) dan wulfenite (MoO4 Pb) dan sebagai produk samping tambang tembaga. Penghasil utama Molybdenum adalah Amerika, Italy, Australia, Norwegia, dan Bolivia. Produksi Molybdenum setahunnya sekitar 80.000 ton.

Dalam jumlah kecil molybdenum efektif untuk penguat baja. Digunakan daalam pesawat terbang, untuk peluru, filament dalam pemanas listrik. Molybdenum orange digunakan dalam cat, tinta, plastic dan bahan campuran karet. Molybdenum disulfat adalah minyak pelumas yang bagus khususnya pada suhu tinggi. Molybdenum juga digunakan dibeberapa aplikasi elektronik, sebagai logam penghantar listrik pada lapisan TFTS. Lebih dari 66% molybdenum digunakan untuk campuran logam. Molybdenum telah ditemukan disemua kelas organisme. Molybdenum ditemukan pada 2 kelompok enzim, yaitu nitrogenases dan molybdopterins. Debu molybdenum dan bahan-bahan penyusun molybdenum seperti molybdenum trioksidn dan pelarut air molybdates, mungkin beracun jika terhirup atau tertelan. Tes laboratorium menduga perbandingan dengan anyak logam bera, molybdenum merupakan racun yang rendah.

Gambar dari molybdenum :









Wolfram (W)

Tungsten berasal dari bahasa Swedia yaitu tungstone yang artinya batu berat, symbol W berasal dari nama Jermannya yaitu Wolfram. Tungsten ditemukan oleh Fausto dan Juan Jose de Elhuyar pada tahun 1783 di Spanyol. Tungsten memiliki no atom 74 dan memiliki massa molekul relative 183,84 g/mol. Tungsten termasuk golongan 6, blok d, periode 6. pada suhu 298 0K tungsten berwujud padat berwarna abu-abu putih dan termasuk jenis logam. Tungsten memiliki titik didih 5828 0 K dan titik lebur 3695 0 K serta memiliki masa jenis 19,25 g/cm3. tungsten memilki konfigurasi electron (Xe) 4f14 5d4 6S2 dan memilki volume atom 9,53 g/cm3. angka keelektronegatifan tungsten adalah 2,36 dan jecepatan suaranya adalah 4620 m/s. tungsten memiliki enthalpy pengatoman sebesar 837 KJ/mol pada 25 0 C, enthalpy peleburan 35,2 KJ/mol, dann enthalpy penguapan sebesar 824,2 KJ/mol. Kapasitas panas dari tungsten sebesar 24,27 J/mol K. Konduktivitas thermal dari tungsten adalah 173 W/m K, ekspansi thermal sebesar 4,5 µm/m K. tugsten memiliki kekerasan Brinell 2570 MPa, kekerasan Mohs 7,5 dan kekerasan Vickers 3430 MPa. Tungsten memiliki modulus bulk 310 GPa, modulus shear GPa dan modulus young sebesar 411 GPa dan memiliki rasio racun 0,28. resistivitas elektrik dari tungsten adalah 52,8 Ωm dan konduktivitas elektrik sebesar 0,198x 106 /cmΩ. Tungsten merupakan unsur yang mudah terbakar .Tingkat energi dari tungsten adalah:






Kα1
59,32 KeV
Kβ1
67,24 KeV
L α1
8,4 KeV
L β1
9,67 KeV

Memiliki jari-jari atom 135 pm, jari-jari bohr 193 pm, dan jari-jari kovalen 146 pm.
Bentuk oksida dari tungsten adalah :


Utama

W-4, W2-, W-1, W0 , W2+
W3+ , W4+ , W5+ , W6+

Tungsten memiliki energi ionisasi :

M-M+
770
M+-M2+
1700
M2+-M3+
2300
M3+-M4+
2400
M4+-M5+
4600
M5+-M6+
5900



Tekanan uap dari Tungsten adalah:

P (Pa)
1
10
100
1K
10K
100K
T (0K)
3477
3773
4137
4579
5127
5823

Struktur kristal dari Tungsten adalah :






Structure
Body centered cubic

A=316,52 pm
B=316,52 pm
C=316,52 pm
Α=900
Β=900
Γ=900

Reaksi-reaksi pada tungsten :
Reaksi dengan air
Pada temperatur ruang, tungsten tak bereaksi dengan air
Reaksi dengan oksigen
Pada temperatur ruang, tungsten tak bereaksi dengan oksigen. Pada temperature elevasi ( read : hot ) maka terbentuk trioxide tungsten (VI) oxide.
Reaksi :
2W(S) + 3O2(g) 2WO3(S)
Reaksi denfan halogen
Tungsten bereaksi dengan fluoride pada temperatur kamar membentuk tungsten (VI) fluoride. Reaksi:
W(S) + 3F2(g) WF6(g)

Pada suhu 298 0 K tungsten berwujud padat, tungsten ditemukan pada tambang
scheelite (CaWO4), wolframite [(Fe,Mn)WO4], ferberite, huebnerite. Cina memproduksi sekitar 70% supply dunia. Produksi dunia sekitar 45.000 ton.

Tungsten adalah logam yang sangat banyak kegunaanya, yang paling banyak
digunakan adalah tungsten carbide (W2C, WC), juga digunakan dalam petroleum, dan industri konstruksi. Tungsten sangat banyak digunakan dalam industri lampu dan filament tabung vakum, dapat juga sebagai katoda karena dia dapat mereduksi logam sampai sangat tipis logam yang punya titik lebur tinggi. Dalam jumlah kecil digunakan untuk campuran logam supaya bertambah keras. Banyak yang digunakan dalam industri elektronik, untuk membuat alat pemotong. Tungsten dicampur dengan kalsium atau magnesium menghasilkan fosfor.

Seaborgium (Sg)

Seaborgium ditemukan oleh anggota dari “Joint Institute for Nuclear Research” bekerja pada laboratorium Lawrence Berkeley dan laboratorium Livermore. Seaborgium ditemukan pada tahun 1974 di Dubna, USSR/Berkeley Kalifornia. Nama seaborgium diambil dari nama orang yang pertama kali mensintesisnya yaitu Glenn Searborg. Seaborgium adalah elemen sintetik dan tidak ditemukan di alam. Sample pertamanya dibuat dari peleburan 249 Cf dengan 18O. kegunaan dari seaborgium belum diketahui. Nama seaborgium ditetapkan pada bulan Agustus tahun 1997 oleh “ International Union of Pure and Applied Chemistry Announced”. Semula namanya adalah Unnilhexium dari bahasa latin “one zero six” karena memiliki no atom 106.

Seaborgium memiliki no atom 106, massa molekul relative 266 g/mol, dan memiliki konfigurasi electron 2,8,18,32,32,12,2. seaborgium termasuk gol 6, periode 7, blok d, termasuk golongan logam dan memiliki keadaan oksidasi Sg6+ dan memiliki energi ionisasi 730. untuk informasi yang lain dari seaborgium belum diketahui.

UNSUR GOLONGAN VB

KATA PENGANTAR
Unsur – unsur golongan VB


Golongan VA terdiri dari 4 unsur yaitu Vanadium (V), Niobium (Nb), Tantalum (Ta). Beberapa sifat unsur golongan ini dapat kita lihat pada tabel berikut :
Sifat – sifat
Vanadium (V23)
Niobium (Nb41)
Tantalum (Ta73)
Dubnium (Db105)
Konfigurasi

Elektron terluar
Massa atom (g/mol)
Masa jenis
Titik cair (° C)
Titik didih (° C)
Jari-jari atom (A°)
Jari-jari ion (A°)
Potensial ionisasi pertama
Elektronegativitas
Bilangan oksidasi


Kalor uap
Kalor lebur
Kapasitas kalor (25 °C)
J/(mol·K)
Sifat magnetic
Resistivitas listrik
(nΩ·m)
Konduktivitas termal (300 K) (W·m−1·K−1)
Ekspansi termal (25 °C) (µm·m−1·K−1)
Kecepatan suara (pada wujud kawat) (20 °C)
Modulus Young
Modulus geser
Skala kekerasan Mohs
2, 8, 11, 2

3d3 4s2
50, 94

6,1
1900
3450
1,34

0,59
6,74

1,6
-1, 0, +1, +2, +3, +4, +5

106
4,2
24.89


Paramagnetic
(20 °C) 197

30.7


8.4


4560 m/s


128 GPa
47 GPa
6.7

2, 8, 18, 12, 1

4d4 5s1
92, 91

8,4
2468
3300
1,46

0,70
6,80

1,6
-1, +2, +3, +4, +5
-
6,4
24.60


no data
(0 °C) 152

53.7


7.3


3480 m/s


105 GPa
38 GPa
6.0
2, 8, 18, 32, 11, 2
5d3 6s2
130, 95

16,6
2996
5425
1,49

0,73
7,00

1,5
-1, +2, +3, +4, +5

180
6,8
25.36


no data
(20 °C) 131

57.5


6.3


3400 m/s


186 GPa
69 GPa
6.5
2, 8, 18, 32, 32, 11, 2
5f14 6d3 7s2
268

-
-
-
-

-
-

-
+3, +4, +5


-
-
-


-
-
-

-
-


-
-
-



Elektron terluar V ( 3d3 4S2 ), Nb ( 4d4 4S1 ), Ta ( rd3 4S2 ). Bilangan oksidasi bervariasi, stabilitas bilangan oksidasi +5 meningkat dari V-Nb-Ta.
Dengan demikian V+5 mudah direduksi menjadi V+2 sedang Nb+5 dan Ta+5 tetap stabil, V+5 merupakan oksidator yang baik. Sifat unik tiap-tiap unsur berkurang dangan berkurangnya ukuran kation. Dengan demikian sifat unik V+4 > V+3 > V+2. Akibatnya VCl4 bersifat kovalen.
Sifat oksidanya, V2O5 amphoter tetapi lebih bersifat asam, sedang Nb2O5 dan Ta2O5 lebih sedikit basa.
Pada suhu kamar tidak reaktif tetapi pada pemanasan bereaksi membentuk halida VCl5, VCl4, VCl3, dan VI3. sedang Nb dan Ta hanya membentuk halida tipe MX5.
Semua halida bersifat kovalen, mudah menguap. Dengan H2 membentuk senyawa non-stoikiometrik, VH0,7 ; NbH0,86 dan TaH0,76. Kecenderungan membentuk komplek : V > Nb > Ta
Jari-jari ( ion dan atom ) Nb dengan Ta hampir sama sebagai akibat lanthanida contraction, sehingga sifat keduanya hampir sama.
Senyawa logam-logam ini dengan bilangan oksidasi rendah tampah berwarna karena adanya orbital d yang berisi sebagian.

1. Vanadium
· Sejarah dan terdapatnya :
Pada tahun 1831, ahli kimia Swedia, Niel Grabiol Sefstrom menemukan unsur baru dalam bijih besi di Swedia. Unsur itu dinamakannya Vanadium seperti dewi Vanadis yang berarti cantik menawan. Tahun 1865 Roscor dan Thorpe menemukan unsur ini berada bersama tembaga dan lapisan bawah batu pasir dari cheshire. Senyawa vanadium tersebar melimpah dalam kerak bumi.
Beberapa mineral vanadium yang menonjol adalah :
1. vanadinite : 3 Pb3(VO4)2 . PbCl2
2. carnotite : K2O . 2UO3 . V2O53H2O
3. patronite : V2S5 . 3CuS2
Vanadium juga terdapat dalam tanah liat, batu-batuan, batu bara dan minyak mentah dengan kadar yang kecil.


Cara mendapakan Vanadium diantaranya adalah dengan cara ekstraksi dari beberapa senyawa yaitu :
Dari vanadinite.
Ekstrksi dari bijih ini melibatkan beberapa tahap :
1) Pemisahan PbCl2.
Bijih direaksikan dengan HCl pekat, PbCl2 akan mengendap, dioxovandium chlotida (VO2Cl) tetap dalam larutan.
2) Pembuatan V2O5.
Setelah PbCl2 dipisahkan, larutan ditambah NH4Cl dan dijenuhkan dengan NH3, sehingga terbentuk NH4VO3 yang bila dipanaskan akan terbentuk V2O5.
3) Reduksi V2O5.
V2O5 direduksi dengan Ca pada 900 – 950 º C untuk memperoleh vanadium murni ( Mardenand – Rich, 1927 ).
Dari carnotite.
1) Pembuatan sodium orthovanadate.
Carnotite dicairkan dengan Na2CO3, masa cair yang diperoleh diekstraksi dengan air untuk mengendapkan Fe(OH)3, larutan dipekatkan dan didinginkan maka didapat Na3VO4.
2) Pembuatan V2O5.
Larutan yang berisi Na3VO4 diberi NH4Cl dan dijenuhkan dengan NH3, sehingga terbentuk NH4VO3 (amonium metavanadate), yang dipanaskan untuk mendapatkan V2O5.
3) Reduksi V2O5.
Dengan cara Mardenand-Rich diperoleh logam vanadium murni.

Pembuatan logam :
Logam ini sangat sulit diperoleh dalam keadaan murni sebab titik cair yang tinggi dan reaktivitas terhadap O2, N2 dan C pada suhu tinggi.
v Vanadium ± 99 % dapat diperoleh dengan mereduksi V2O5 dengan Al (proses thermit).
v Vanadium murni diperoleh dengan mereduksi VCl3 dengan Na atau dengan H2 pada suhu 900 º C. VCl3 diperoleh dari reaksi V2O5 dengan S2Cl2 pada 300 º C.
v Reduksi VCl4 dengan Mg dapat memperoleh 99,3 % vanadium.

Aliase vanadium :
Produk komersial vanadium adalah terutama sebagai aliase,
Ø Ferro vanadium.
Ø Cupro vanadium
Keduanya dibuat dengan mereduksi vanadium oksida yang dicampur dengan oksida logam Fe atau Cu dengan karbon .dalm electric furnace.
Ø Nikelo vanadium, dibuat dengan pemanasan campuran V2O5 + NiO.
Ø Obalto vanadium, dibuat dengan mencampur endapan (dari reaksi larutan Na-vanadate dengan cobalto sulphate) dengan Na2CO3 dalam electric furnace.
Penggunaan :
Penambahan 0,1 – 0,3 % V pada baja akan meningkat daya rentang.
Vanadium penting untuk alat-alat baja kecepatan tinggi.
V2O5 dipakai sebagai katalisator dalam oksudasi naphtalen dan juga dalam pembuatan H2SO4 proses kontak.


Sifat-sifat :
ü Dipanaskan dalam H2 (tanpa gas lain) pada 1100 º C membentuk vanadium hidrida yang stabil.
ü Logam ini reaktif dalam keadaan dingin, bila dipanaskan terbentuk V2O (coklat), dipanaskan terus terbentuk V2O3 (hitam), V2O4 (biru), akhirnya V2O5 (orange). Logam ini terbakar dengan nyala terang dengan oksigen.
ü Bila dipanaskan dengan Cl2 kering terbentuk VCl4.
ü Logam ini tidak bereaksi dengan air brom, HCl/dingin, melepaskan H2 dengan HF dan membentuk larutan hijau.
Senyawa-senyawa :
Vanadium membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +5, +4, +3 dan +2. senyawa dengan bilangan oksidasi rendah merupakan reducing agent, bersifat unik dan berwarna.
1. senyawa V+5 (yang tidak berwarna) direduksi dengan reduktor yang sesuai terjadi perubahan sebagai berikut :

VO3- → VO+2 → V+3 → V+2
Meta vandate ion vana- hijau ion
(ion tak ber- dyl, V+4 vanado
warna, V+5) (biru) (violet)

a. Vanadium pentoksida, V2O5
Dibuat dari :
o Oksidasi / pemanggangan logam atau oksidanya dengan bilangan oksidasi rendah. V2O5 sebagai hasil akhir.
o Hidrolisa VOCl3.
o Pemanasan amonium vanadate.
Penggunaan :
o Sebagai katalis dalam oksidasi SO2 → SO3, dalam pembuatan asam sulfat.
V2O5
2SO2 + O2 ↔ 2SO3
o Katalis dalam oksidasi alkohol dan hidrogenasi olefin.
b. Vanadium pentaflourida, VF5.
Senyawa ini dinyatakan sebagai sublimat putih murni. Dibuat
dengan pemanasan VF4 dalam lingkungan nitrogen, pada suhu 350°C – 650°C. Senyawa ini sangat mudah larut dalam air atau pelarut organik.
c. Vanadium oxitrikhlorida, VOCl3.
Senyawa ini dibuat dengan melewatkan Cl2 kering pada VO3 yang dipanaskan. Senyawa ini berwarna kuning bening dengan titik didih 127
° C.
d. Vanadium pentasulfida, V2S5.
Senyawa ini dibuat dengan memanaskan campuran vanadium trisulfida, dengan sulfur tanpa udara pada 400 ° C. senyawa ini berupa bubuk hitam.
2. Senyawa V+4.
Senyawa – senyawa dengan bilangan oksidasi +4 ini sangat stabil, mudah dibuat.
a. Vanadium titroksida, V2O4 atau VO2.
Dibuat dengan pemanasan campuran vanadium trioksida dan vanadium pentoksida tanpa udara dengan jumlah molar yang sama. Senyawa ini berbentuk kristal biru tua, mudah larut dalam asam atau basa.
b. Vanadium titraflourida, VF4.
Dibuat dari reaksi HF anhidrid dengan VCl4. Reaksi berjalan mulai suhu – 28°C dan meningkat secara lambat sampai 0°C. Flourida ini berupa bubuk kuning kecoklatan, larut dalam air membentuk larutan berwarna biru.
3. Senyawa vanadil.
Senyawa ini berisi kation vanadil (VO+2) dimana bilangan oksidasinya +4, bersifat unik, berwarna biru. Vanadil klorida dibuat dari hidrolisa VCl4
VCl4 + H2O → VOCl2 + 2HCl

Atau dari reaksi V2O5 dengan HCl
V2O5 + HCl → 2VOCl2 +3H2O + Cl2
Senyawa VOCl2 bersifat reduktor kuat yang digunakan secara komersial dalam pewarnaan. Hanya E° dari VO+2/ VO3 adalah – 1 volt.
4. Senyawa V+3.
a. Vanadium trioksida, V2O3.
Dibuat dengan mereduksi V2O5 dengan hidrogen. V2O3 bersifat basa, larut dalam asam memberikan ion hezaquo, V(H2O)63+.
b. Vanadium halida dan oxihalida.
Vanadium triflourida, VF3. 3H2O dibuat bila V2O3 dilarutkan HF. Trihalida yang lain adalah VCl3 dan VBr3, sedang VI3 tidak dikenal. Vanadium oxihalida yang dikenal adalah VOCl dan VOBr. Keduanya tak larut dalam air tetapi larut dalam asam.
5. Senyawa V+2.
Senyawa – senyawa V+2 berwarna dan paramagnetik ion V+2 merupakan reduktor kuat. Larutan encer V+2 (violet) mereduksi air membebaskan H2.
V+2 + H+ → V+3 + ½ H2
(violet) (hijau)
6. Senyawa V+1, V-1 dan V°.
Bilangan oksidasi ini tidak umum, distabilkan oleh ligan asam п. Bilangan oksidasi +1 dijumpai pada senyawa V(CO)6-1.

2. Niobium dan Tantalum
Kedua unsur ini walaupun bersifat logam dalam beberapa hal, memiliki sifat kimia seperti unsur non logam.keduanya tidak memiliki kation yang nyata, tetapi membentuk beberapa anion. Halida dan oxihalida sangat mudah menguap dan mudah terhidrolisa.

· Sejarah Niobium dan Tantalum
Niobium ditemukan oleh ahli kimia dari Inggris yaitu Charles Hatchett pada tahun 1801. Hatchett menemukan niobium dalam sampel mineral yang disebutnya columbite dan unsur baru columbium. Columbium ditemukan oleh Hatchett dalam bentuk campuran dengan Tantalum. Tantalum sendiri ditemukan oleh Anders Ekeberg seorang kimiawan Swedia.
Kemudian timbul kebingungan antara kedua unsur tersebut apakah keduanya merupakan unsur yang sama atau bukan. Maka pada tahun 1809, ahli kimia Inggris William Hyde Wollaston membandingkan bentuk oksidasi yang terjadi antara columbium – columbite, dengan densitas 5918 gr/ml, dan tantalum – tantalite dengan densitas 7935 gr/ml, dan menyimpulkan bahwa kedua unsur tersebut berbeda karena memilii densitas yang berbeda sehingga nama columbium menjadi niobium dan Tantalum tetap Tantalum.
· Terdapatnya :
Didalam kerak bumi, Niobium terdapat 10 – 12 kali lebih banyak dari Tantalum. Sumber komersial utama kedua unsur ini adalah mineral columbite – tantalite yang memiliki komposisi (Fe/Mn) (Nb/Ta)2O6, dan niobium juga dapat ditemukan pada mineral pyrochlore ((Na,Ca)2Nb2O6(OH,F))
Sifat – sifat :
Kedua logam ini sangat sukar dipisahkan. Logam Niobium bersifat tipis, lunak, keabu-abuan, mengkilat, dapat dibengkokkan, titik cair tinggi (Nb= 2468 ° C). Logam Tantalum bersifat gelap, padat, dapat dibengkokkan, lebih keras daripada Niobium, daya hantar panas dan listriknya tinggi, titik cair tinggi (Ta = 2996° C), sangat tahan terhadap asam. Keduanya dapat dilarutkan dengan HNO3, HF dan larut sangat lambat dalam alkali cair.
Senyawa – senyawa :
Senyawa Nb+5 dan Ta+5.
a) Nb2O5 dan Ta2O5.
Dibuat dengan dihidroksioksida terhidrat (sering disebut asam niobat atau tantalat), atau dengan pemanggangan senyawa tertentu dengan oksigen berlebih. Kedua senyawa ini berbentuk bubuk yang padat, relatif inert secara kimia, hampir tak bereaksi dengan asam kecuali HF pekat. Dapat pula senyawa ini dilarutkan dengan dicairkan bersama alkali hidrogen sulfat, alkali karbonat atau alkali hidroksida.
b) NbX5 dan TaX5 (X = halida).
Senyawa NbF5 dan TaF5 dibuat dengan reaksi flourinasi langsung logam atau pentakhloridanya. Keduanya berbentuk padat putih, mudah menguap. Titik cair Nb = 80 ° C, Ta = 95 ° C. Titik didih Nb = 235 ° C, Ta = 229 ° C, membentuk cairan dan uap tak berwarna. Senyawa halida yang lain berwarna kuning sampai coklat, dibuat dengan reaksi langsung logam dengan halogen berlebih. Halida – halida ini bertitik cair dan titik didih antara 200 – 300 ° C, larut dalam pelarut organik seperti eter, CCl4, dan sebagainya.
Senyawa Nb dan Ta dengan bilangan oksidasi rendah.
a. Oksida NbO2 dan TaOx (x = 2 s.d 2,5)
b. Tetrahalida.
Semua halida dikenal kecuali TaF4. Senyawa NbF4 berwarna hitam tak mudah menguap, paramagnetik. Tetrakhlorida dan tetrakronida berwarna hitam coklat atau hitam. NbI4 dapat diperoleh secara mudah dengan pemanasan NbI5 sampai 300° C. Senyawa ini diamagnetik.
Aplikasi
§ Niobium
· Sebagai bahan konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir
· Sebagai campuran logam tahan karat (contohnya Niobium foil), yang disebabkan oleh adanya senyawa Niobium karbit dan Niobium Nitrit, dengan konsentrasi Niobium dalam senyawa sekitar 0.1%.
· Sebagai superkonduktor magnet (3 tesla clinical Magnetic resonance imaging scanner), dan superkonduktor radio frekuensi
· Dalam pembuatan mata uang koin (Contohnya Austria 2003, Latvia 2004)
· Dalam peralatan kesehatan, Pace maker
· Dalam pembuatan perhiasan
§ Tantalum
· Digunakan dalam pembuatan anak timbangan dalam laboratorium
· Digunakan dalam membuat piranti elektronika
· Dalam pembuatan lensa kamera
· Untuk memproduksi variasi campuran logam yang memiliki titik didih tinggi serta kekuatan yang baik
· Pembuatan peralatan karbit yang terbuat dari logam
· Digunakan dalam pembuatan komponen mesin jet

3. Dubnium
Dubnium merupakan unsur logam transisi golongan Vb yang dibuat melalui reaksi fusi nuklir. Unsur ini ditemukan oleh Albert Ghiorso pada tahun 1970. Karena inti atom dubnium sangat besar maka dubnium merupakan unsur yang tidak stabildan dapat segera meluruh ketika terbentuk.
Unsur Dubnium dapat dibuat dengan menembaki unsur amerisiumdengan atom – atom neon, dan menghasilkan isotop – isotop dubnium, dan dengan cepat meluruh dengan memancarkan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Reaksinya sebagai berikut:
+ 4
Senyawa yang dapat terbentuk misalnya Db2O5 (Dubnium pentoksida), DbX5 (Dubnium Halida), senyawa kompleks halida DbO43- , DbF6-, DbF83-. Keterangan lain tentang unsur Dubnium belum diketahui secara pasti.














DAFTAR PUSTAKA

Sunardi. 2006. 116 Unsur Kimia Dekripsi dan Pemanfaatannya. Bandung : Yrma Widya, hlm: 165 – 170
http://en.wikipedia.org/

Unsur golongan IV B

MAKALAH
TUGAS KIMIA UNSUR

UNSUR GOLONGAN IVB









Disusun Oleh:
Fita Nurdiyah (M0306033)
Lis Prihatini.R (M0306041)







JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008



UNSUR-UNSUR GOLONGAN IVB

Golongan IV B juga disebut golongan transaktinida. Unsur dalam golongan IV B termasuk dalam unsur transisi yaitu unsur blok d yang konfigurasi elektronnya diakhiri oleh sub kulit d. Unsur-unsur yang termasuk dalam golongan IV B yaitu Titanium (Ti), Zirkonium (Zr), Hafnium (Hf), dan Rutherfordium (Rf).
Beberapa sifat golongan ini dapat kita lihat dalam Sistem Periodik Unsur. Konfigurasi elektron terluar unsur ini adalah (n-1)d2 ns2 .
Bilangan oksidasi yang sering dijumpai adalah +2, +3 dan +4, namun untuk Zr dan Hf dijumpai bilangan oksidasi +1. Bilangan oksidasi +4 dikatakan lebih stabil dari lainnya karena bilangan oksidasi yang lebih rendah mengalami disproporsionasi.Seperti yang terjadi pada Titanium.
2 Ti+3 → Ti+2 + Ti+4
2Ti+2 → Ti0 + Ti+4
Logam-logam ini sangat keras, merupakan konduktor yang baik memunyai titik didih dan titik cair yang tinggi. Tidak reaktif pada suhu kamar tetapi jika dipanaskan dengan O2 pada suhu di atas 600 C akan membentuk MO2, sedang dengan halogen akan membentuk MX4.
Dalam larutan asam atau basa, logam ini tidaklah larut karena justru membentuk oksidanya sebagai pelindung. Meskipun begitu, Zr larut dalam Aquaregia sedang Ti dapat larut dalam HF yang kemudian membentuk H2TiF6 dan H2.
Hf mempunyai jari-jari atom yang sama dengan Zr dan oleh karena itu keduanya memiliki sifat yang sama. Maka dari alasan inilah keduanya sukar dipisahkan.

A.KEBERADAAN UNSUR-UNSUR GOLONGAN IVB
Titanium (Ti)
Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah Rutile dan Ilmenite, yang tersebar luas di seluruh bumi. Ada 2 bentuk allotropic dan 5 isotop alami dari unsur ini;Ti-46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%). Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah sifat yang sama kuatnya dengan baja namun hanya dengan 60% berat baja.
Unsur Titanium terdapat dalam bentuk senyawa : TiB2 (Titanium Borida), TiC ( Titanium Carbida), TiO2 ( Titanium Dioksida), TiN (Titanium Nitrida).
Zirkonium (Zr)
Zirkonium banyak terdapat dalam alam mineral seperti zircon (Hyacianth) dan zirconia (baddeleyit). Baddeleyit sendiri merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan untuk pelapis tanur tinggi.
Hafnium (Hf)
Logam ini diperkirakan menyusun kurang lebih 0,00058 % dari lapisan bumi. Logam ini ditemukan dalam campuran senyawa Zirkonium yang mana tidak ditemukan dalam unsur bebas di alam. Mineral yang mengandung Zirkonium seperti Alvite [(Hf, Th, Zr) SO4 H2O], Thortveitite dan Zirkon (Zr SlO4) biasanya mengandung 1%-5% Hf. Antara logam Hafnium dan Zirkonium mempunyai sifat yang sama sehingga sulit dipisahkan. Perlu diketahui bahwa Hafnium ditemukan sebagai produk sampingan dari pemurnian Zirkonium.
Rutherfodium (Rf)
Unsur ini merupakan unsur sintetik yang merupakan isotop yang mengalami peluruhan melalui reaksi fisi yang berjalan spontan.

B.KELIMPAHAN
Titanium (Ti)
Logam ini juga dijumpai pada Meteorit dan ditemukan pada Matahari dan bintang jenis M. Batuan yang dibawa dari bulan pada misi Apollo-17, mengandung 12,1% TiO2.
Zirkonium (Zr)
Zirkonium terjadi secara alami, terdapat 4 isotop stabil dan dari 1 radio isotop (96Zr) yang mempunyai waktu hidup yang sangat panjang. Radioisotop kedua yang paling stabil adalah 93Zr yang mempunyai waktu paruh 1,53 juta tahun. 80 radioisotop lain baru diamati. Kebanyakkan dari mereka mempunyai waktu paruh lebih sedikit dari 1 hari kecuali 95Zr (64,02 hari), 88Zr (63,4 hari), dan 89Zr (78,41 hari).
Hafnium (Hf)
Hafnium alami merupakan campuran dari 6 isotop stabil yaitu : Hafnium 174 (0,2%), Hafnium 176 (5,2%), Hafnium 177 (18,6%), Hafnium 178 (27,1%), Hafnium 179 (13,7%), dan Hafnium 180 (35,2%).
Rutherfordium (Rf)
Belum diketahui prosentasenya di alam secara pasti.


V.M.Goldsmith mengklarifikasikan unsur-unsur yang ada di kulit bumi ke dalam 4 jenis :
v Siderophile (iron-loving), tersebar sebagai logam kelompok besi (Fe, Co,Ni), sebagaimana tersebar pada inti bumi.
v Chalcophile, tersebar sebagai sulfida (gabugan non-logam S, Se, dan As).
v Litophile (rock-loving), tersebar sebagai silikat.
v Atmophile, tersebar sebagai penyusun atsmonfer.
Jenis unsur yang termasuk ke dalam masing-masing kelas tertera pada Table.1, sedangkan untuk melihat keteraturannya dapat dipelajari pada Tabel.Periodik Unsur.


C.SIFAT-SIFAT GOLONGAN IV B
SIFAT FISIKA
Unsur
Sifat Fisik
Titanium
Zirkonium
Hafnium
Rutherfordium
Titik Didih
3287
4504
4602
6073
Titik Leleh
1660
1852
2227
2673
Jari-Jari
0,68
0,80
0,78
-
Kerapatan
4,54
6,506
13,31
-
Elektronegativitas
1,54
1,33
1,30
-
Potensial Reduksi Standart
-0,86
-1,43
-1,57
-
Energi Ionisasi
1. 658,8
2. 1.309,8
3. 2.652,5
1. 640,1
2. 1.270
3. 2.218
1. 658,5
2. 1.440
3. 2.250
580

v Titik Didih dan Titik Leleh
Titik didih dan titik lelehnya (dari unsur Ti sampai Rf) semakin besar nilainya.

v Jari-Jari Atom (Ao)
Telah diketahui dari tabel Sistem Periodik Unsur bahwa semakin banyak Nomor Atom maka semakin banyak kulit yang dimiliki atom tersebut sehingga semakin besar jari-jarinya.
Jadi dapat dikatakan bahwa dari unsur Titanium sampai Rutherfordium, jari-jari makin besar.
v Kerapatan
Dari data yang terlihat pada table di atas, kerapatan dari unsur Titanium sampai Hafnium semakin besar, kecuali untuk Rutherfordium belum diketahui kerapatannya.
v Elektronegativitas
Besarnya keelektronegativitas unsur golongan IVB dari atas ke bawah ( Ti sampai Rf) semakin menurun. Pernyataan ini didukung dengan adanya sumber yaitu Tabel Pauling.
v Potensial Reduksi Standart (V)
Besarnya potensial reduksi standart dari atas ke bawah semakin bernilai negative (kecil).
v Energi Ionisasi
Besarnya Energi Ionisasi dari atas ke bawah, cenderung menurun harganya.

SIFAT KIMIA
TITANIUM
v Reaksi dengan Air
Titanium akan bereaksi dengan air membentuk Titanium dioksida dan hydrogen.
Ti(s) + 2H2O(g) → TiO2(s) + 2H2(g)
v Reaksi dengan Udara
Ketika Titanium dibakar di udara akan menghasilkan Titanium dioksida dengan nyala putih yang terang dan ketika dibakar dengan Nitrogen murni akan menghasilkan Titanium Nitrida.
Ti(s) + O2(g) → TiO2(s)
2Ti(s) + N2(g) →TiN(s)
v Reaksi dengan Halogen
Reaksi Titanium dengan Halogen menghasilkan Titanium Halida. Reaksi dengan Fluor berlangsung pada suhu 200°C.
Ti(s) + 2F2(s) → TiF4(s)
Ti(s) + 2Cl2(g) → TiCl4(s)
Ti(s) + 2Br2(l) → TiBr4(s)
Ti(s) + 2I2(s) → TiI4(s)
v Reaksi dengan Asam
Logam Titanium tidak bereaksi dengan asam mineral pada temperatur normal tetapi dengan asam hidrofluorik yang panas membentuk kompleks anion (TiF6)3-
2Ti(s) + 2HF (aq) → 2(TiF6)3-(aq) + 3 H2(g) + 6 H+(aq)
v Reaksi dengan Basa
Titanium tidak bereaksi dengan alkali pada temperatur normal, tetapi pada keaaan panas.

ZIRKONIUM
v Reaksi dengan Air
Zirkonium tidak bereaksi dengan air pada keadaan di bawah normal.
v Reaksi dengan Udara
Zr (s) + O2 (g) → ZrO2 (s)
v Reaksi dengan Halogen
Zirkonium bereaksi dengan Halogen membentuk Zirkonium (IV) Halida.
Zr (s) + 2F2 (g) → ZrF4 (s)
Zr (s) + 2Cl2 (g) → ZrCl4 (s)
Zr (s) +2Br2 (g) → ZrBr4 (s)
Zr (s) + 2I2 (g) → ZrI4 (s)


v Reaksi dengan Asam
Hanya terdapat sedikit kemungkinan logam Zirkonium bereaksi dengan asam. Zirkonium tidak dapat bercampur dengan asam hidrofluorik, HF, membentuk kompleks fluoro.

HAFNIUM
Logam Hafnium resistan terhadap kondisi alkali, namun Hafnium bereaksi dengan Halogen membentuk Hafnium Tetrahalides, misalnya HfCl4, Hf f4.
Selain itu, pada temperature tinggi, Hafnium dapat bereaksi dengan Oksigen membentuk HfO2, dengan Nitrogen membentuk HfN yang mana mempunyai titik didih 3305oC, dengan Karbon membentuk HfC, dengan Melting Point mendekati 3890oC ,dan Boron, Silikon serta Sulfur.
Reaksi dengan Air
Tidak bereaksi dengan Air di bawah kondisi normal.
Reaksi dengan Udara
Hf (s) + O2 (g) → HfO2 (s)
Reaksi dengan Halogen
Hf (s) +2F2 (g) → HfF4 (s)

RUTHERFODIUM
Sifat kimia dari unsur Rutherfordium belum diketahui.

KARAKTERISTIK
TITANIUM
Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor atom 22. Titanium merupakan logam transisi yang ringan, kuat, “lustrous”, tahan korosi (termasuk tahan terhadap air laut dan klorin) dengan warna putih-metalik keperakkan.Titanium digunakan dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan alumunium) dan merupakan senyawa terbanyaknya, Titanium dioxide, digunakan dalam pigmen putih.
ZIRKONIUM
Zirkonium adalah sebutan untuk logam berwarna putih keabu-abuan, berbentuk kristal (amorf), lunak, dapat ditempa dan diulur bila murni juga tahan terhadap udara bahkan api (read-head). Logam yang ditemukan oleh M.H.Kalaproth tahun 1788 dalam bentuk mineral Zirkon (ZrO2) ini tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, tetapi sebagai oksida atau silikat dalam kerak bumi dan batu-batuan dalam kadar kecil. Logam memiliki lambang Zr dengan nomor atom relatif 91,224.
HAFNIUM
Hafnium adalah logam yang ditemukan oleh Dirk Coster tahun 1923 memiliki tampilan yang berkilau seperti perak dengan symbol Hf bernomor atom 72. Logam ini resistan terhadap korosi dan mempunyai sifat fisika dan kimia yang mirip dengan Zirkonium. Logam ini memiliki kemiripan konfigurasi elektronik dengan jari-jari atom serta jari-jari sonic dengan Zirkonium. Hal tersebut dikarenakan pengaruh dari lanthanide contraction (q.v).
RUTHERFORDIUM
Rutherfordium adalah unsur kimia dalam tabel periodik berlambang Rf dengan nomor atom 104.Merupakan unsur sintetik yang amat radioaktif. Unsur ini adalah unsur transaktinida pertama dan diperkirakan mempunyai sifat yang mirip dengan Hafnium.

KEGUNAAN
v TITANIUM
Ø Kira-kira 95% hasil Titanium digunakan dalam bentuk Titanium dioksida (TiO2),sejenis pigmen putih terang yang kekal dengan kuasa liputan yang baik untuk cat, kertas, obat gigi, dan plastik.
Ø Alloy Titanium digunakan dalam pesawat, plat perisai, kapal angkatan laut, peluru berpandu. Dapat juga digunakan dalam perkakas dapur dan bingkai kaca (yang nilai ekonomisnya tinggi).
Ø Titanium yang dialloykan bersama Vanadium digunakan dalam kulit luaran pesawat terbang, peralatan pendaratan, dan saluran hidrolik.
Ø Karena daya tahannya yang baik terhadap air laut, Titanium digunakan sebagai pemanas-pendingin akuarium air asin dan pisau juru selam.
Ø Di Rusia, Titanium menjadi bahan utama dalm pembuatan kapal angkatan perang termasuk kapal selam seperti kelas Alfa, Mike dan juga Typhoon karena kekuatannya terhadap air laut.
Ø Bahan utama batu permata buatan manusia yang secara relatif agak lembut.
Ø Titanium tetraklorida (TiCl4), cairan tidak berwarna yang digunakan untuk melapisi kaca.
Ø Titanium dioksida (TiO2) digunakan dalam pelindung matahari karena ketahanannya terhadap ultra ungu.
Ø Digunakan dalam implant penggantian sendi karena sifat lengainya secara fisiologi.
Ø Titanium digunakan untuk peralatan operasi.
Ø Karena kelengaiannya dan menghasilkan warna yang menarik menjadikan logam ini populer untuk menindik badan.
Ø Digunakan dalam implant gigi karena kemampuannya yang luar biasa untuk berpadu dengan tulang hidup ( osseointegrate ).
Ø Titanium bias dianodkan untuk menghasilkan beraneka warna.

v ZIRKONIUM
Kegunaaan utama mineral zirkon (ZrSiO4) yaitu sebagai logam refraktori dan ceramic opacification. Zirkon juga digunakan sebagai penghias batu permata alami yang digunakan pada intan. Zirkonium oksida diproses untuk menghasilkan cubic zirkonia. Ini berwujud kristal bening berkilauan yang digunakan sebagai pengganti intan dengan harga yang lebih rendah.
Kegunaan yang lain :
ü Zirkonium dapat menyerap panas yang lebih rendah sehingga industri tenaga nuklir menggunakan zirkonium dalam mengisi reaktor nuklir sebagai pemantul.
ü Zirkonium digunakan secara meluas di industri kimia pada pipa yang terletak di lingkungan korosif terutama pada temperatur tinggi.
ü Zirkonium karbonat digunakan sebagai lotion anti racun namun banyak orang alergi terhadap produk ini.
ü Logam Zirkonium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak menyerap neutron.

v HAFNIUM
ü Sering digunakan sebagai pengontrol rods pada reaktor nuklir karena mempunyai high, neutron, capture, cross section dibandingkan dengan Zirkonium dengan resistan terhadap korosi yang bagus.
ü Sebagai gas filled dalam plasma cutting. Hal ini dikarenakan kemampuan nya melepas elektron ke udara.
ü Dalam bentuk senyawa dasar digunakan sebagai high-k-dielektric gate insulator dalam 45 nm generation of intregate sircuit.
ü Bersamaan dengan Iron, Niobium, Tantalum, Titanium, dan logam transisi lainnya digunakan sebagai Alloy.
ü Alloy Tantalum Hafnium Carbide (Ta4HfC5) merupakan senyawa refractory yang paling dikenal.

v RUTHERFORDIUM
Karena unsur belum diketahui keberadaannya di alam maka kegunaannya belum diketahui.









DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/
http://wapedia.mobi/ms/Titanium
Petrucci, Ralph H. 1985 . Kimia Dasar : Prinsip Dan Terapan Modern .
van Arkel, A.E., and de Boer, J.H.1925. Preparation of Pure Titanium, Zirkonium, Hafnium, and Thorium Methal : Zeitschrift fur Anorganishe und Allgemeine Chemie, v. 148, p. 345-350

Unsur Golongan 3B


MAKALAH
KIMIA UNSUR
GOLONGAN III B





Oleh:
1. Imam Samodra M 0306037
2. Yanuar DPA M 0306064

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2008

GOLONGAN III B
Perbandingan Sifat Unsur-Unsur Golongan IIIB
a. Ukuran atom
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah kulit elektron semakin banyak.

Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik inti dengan elektron semakin kuat.

b. Densitas
Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir sama.

c. Energi Ionisasi
Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau dalam keadaan gas.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin kecil.

d. Elektronegatifitas
Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom unsur lain.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan IIIB semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan daya tarik inti dan elektron semakin lemah.

1. SCANDIUM
Skandium adalah unsur golongan IIIB yang berada pada periode 4. Skandium merupakan bagian dari unsur transisi. Skandium ditemukan oleh Lars Nilson pada tahun 1879 di Swedia. Skandium ditemukan dalam mineral euxenite, thortveitile, thortvetile dan gadoline di Skandinavia dan Madagaskar. Lars Fredik Nilson dan timnya tidak sadar tentang prediksinya pada sumber pada tahun 1879, yang menyelidiki logam yang terdapat sedikit di bumi. Dengan analisis spektra mereka menemukan unsur baru dalam mineral bumi. Mereka menamakan scandium dari bahasa Latin Scandia yang berarti Scandinavia dan dalam proses isolasi, mereka memproses 10 kg euxenite, menghasilkan sekitar 2 g scandium oksida murni (Sc2O3). Elemen ini diberi nama Skandium karena untuk menghormati Negara Skandinavia tempat ditemukannya unsure ini.
Dmitri Mendeleev menggunakan periodik unsur tahun 1869 untuk memprediksikan keadaan dan sifat dari tiga unsur yang disebut ekaboron.
.Fischer, Brunger, dan Grinelaus mengolah scandium untuk pertama kalinya pada tahun 1937, dengan elektrolisis potassium, litium, dan scandium klorida pada suhu 700-800ºC.
A. Sifat Fisika
1. Densitas : 3 g/cm3
2. Titik leleh : 1812,2 K
3. Titik didih : 3021 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik
1. Nomor atom : 21
2. Nomor massa : 44,956
3. Konfigurasi electron : [Ar] 3d1 4s2
4. Volume atom : 15 cm3/mol
5. Afinitas elektron : 18,1 kJ/mol
6. Keelektronegatifitasan : 1,36
7. Energi ionisasi : - pertama : 631 kJ/mol
- kedua : 1235 kJ/mol
- ketiga : 2389 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +1, +2
10. Bentuk Kristal : Hexagonal Unit Cell
Pada keadaan padat scandium mempunyai struktur kristal hexagonal.

C. Sifat Kimia
Sifat kimia dari Skandium:
Reaksi dengan air:
Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6H2O(aq) 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium (III)oksida
4Sc(s) + 3O2(g) 2Sc2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Sc(s) + 3F2(g) 2ScF3(s)
2Sc(s) + 3Cl2(g) 2ScCl3(s)
2Sc(s) + 3Br2(l) 2ScBr3(s)
2Sc(s) + 3I2(s) 2ScI3(s)
Reaksi dengan asam
Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6HCl(aq) 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
D. Aplikasi
Salah satu bentuk senyawa yang ditemukan dalam unsure Skandium adalah Skandium Clorida (ScCl3), dimana senyawa ini dapat ditemukan dalam lampu halide, serat optic, keramik elektrolit dan laser.
Logam ini juga dapat diperoleh melalui proses elektrolisis dengan reaksi sebagai berikut :
2ScCl3 (s) 2Sc (s) + 3 Cl3 (g)
elektrolisa ini berasal dari leburan dari potassium, lithium, scandium klorida pada suhu 700-800 0C. Penelitian ini dilakukan oleh Fischer, Brunger, Grieneisen.
Aplikasi utama dari unsure scandium dalah sebagai alloy alumunium-skandium yang dimanfaatkan dalam industri aerospace dan untuk perlengkapan olahraga ( sepeda, baseball bats) yang mempunyai kualitas yang tinggi. Aplikasi yang lain adalah pengunaan scandium iodida untuk lampu yang memberikan intensitas yang tinggi. Sc2O3 digunakan sebagai katalis dalam pembuatan Aseton.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Skandium tidak beracun, namun perlu berhati-hati karena beberapa senyawa scandium mungkin bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh. Bersama dengan hewan air, Sc dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf.
Sc dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. Sc secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.
2. YITRIUM



Yttrium merupakan unsur golongan IIIB yang berada pada periode 5. Yttrium termasuk dalam logam transisi. Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia bernama Johan Gadolin tahun 1794 dan diisolasi oleh Friedrich Wohler tahun 1828 berupa ekstrak tidak murni yttria dari reduksi yttrium klorida anhidrat (YCl3) dengan potassium.






Johan Gadolin Friedrich Wohler

Yttria (YCl3) adalah oksida dari yttrium dan ditemukan oleh Johan Gadolin tahun 1794 dalam mineral gadolinite dari Yttreby, Swedia. Tahun 1843 seorang ahli kimia Swedia Carl Mosander dapat menunjukkan bahwa yttria dapat terbagi menjadi oksida-oksida dalam tiga unsur yang berbeda disebut Yttria. Penambangan yang terletak di dekat desa Ytterby yang menghasilkan beberapa mineral antara lain erbium, terbium, ytterbium, dan yttrium memiliki nama yang sama dengan desa tersebut.
Carl Mosander
Senyawa ini diberi nama Yttrium karena untuk menghormati kota Ytterby di Swedia. Senyawa ini ditemukan pada barang tambang yang jarang ditemukan di bumi (termasuk monazite, xenotime, Yttria). Senyawa ini tidak ditemukan dalam keadaan bebas di bumi.

A. Sifat Fisika
1. Densitas : 4,5 g/cm3
2. Titik leleh : 1796,2 K
3. Titik didih : 3537 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : perak

B. Sifat Atomik
1. Nomor atom : 39
2. Nomor massa : 88,91
3. Konfigurasi elektron : [Kr] 4d1 5s2
4. Volume atom : 19,8 cm3/mol
5. Afinitas elektron : 29,6 kJ/mol
6. Keelektronegatifitasan : 1,22
7. Energi ionisasi : - pertama : 615,6 kJ/mol
- kedua : 1181 kJ/mol
- ketiga : 1979,9 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +2
10. Bentuk Struktur : Hexagonal Unit Cell

Pada keadaan padat Yttrium mempunyai struktur kristal hexagonal.

C. Sifat Kimia
Sifat kimia dari Yttrium adalah:
o Reaksi dengan air
Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Y (III) dan gas hidrogen
2Y(s) + 6H2O(aq) 2Y3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
o Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Yttrium (III)oksida
4Y(s) + 3O2(g) 2Y2O3(s)
o Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida

2Y(s) + 3F2(g) 2YF3(s)
2Y(s) + 3Cl2(g) 2YCl3(s)
2Y(s) + 3Br2(g) 2YBr3(s)
2Y(s) + 3I2(g) 2YI3(s)
o Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen

2Y(s) + 6HCl(aq) 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)

D. Aplikasi
Senyawa Yttrium biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa
- Yttrium Allumunium garnet Y­3All5O12 senyawa ini digunakan sebagai laser selain itu untuk perhiasan yaitu stimulan pada berlian.
- Yttrium(III)Oksida Y2O3 senyawa ini digunakan untuk membuat YVO4 ( Eu + Y2O3) dimana phosphor Eu memberikan warna merah pada tube TV berwarna. Yttrium oksida juga digunakan untuk membuat Yttrium-Iron-garnet yang dimanfaatkan pada microwave supaya efektif
- Selain itu Yttrium juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan pada logam alumunium dan alloy magnesium. Penambahan Yttrium pada besi membuat nya mempunyai efektifitas dalam bekerja.

E. Efek bagi Kesehatan dan Lingkungan
Bahaya Yttrium jika bereksi dengan udara adalah jika terhirup oleh manusia dapat menyebabkan kanker dan jika terakumulasi dalam jumlah berlebih dalam tubuh menyebabkan kerusakan pada liver. Pada binatang air terpaan scandium menyebabkan kerusakan pada membrane sel, yang berdampak pada system reproduksi dan fungsi pada system saraf. Skandium tidak beracun tetapi beberapa dari senyawa scandium bersifat karsinogenik pada manusia selain itu dapat menyebabkan kerusakan pada liver jika terakumulasi dalam tubuh.
Yttrium dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. Yttrium secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.

3. LANTHANUM

Seorang ilmuawan kimia dari Swedia, Carl Gustav Mosander yang merupakan kimiawan hebat dengan julukan “father moses” pada tahun 1893 telah menemukan unsur baru dalam bentuk sampel impuritif cerium nitrat. Lanthanum ditemukan oleh ahli kimia dari Swedia ini ketika dia mengubah komposisi sampel cerium nitrat dengan memanaskan dan mereaksikan garamnya dengan mencairkan asam nitrat. Dari hasil reaksi tersebut lalu mengisolasinya yang disebut lantana. Lanthanum diisolasi dalam bentuk murni tahun 1923.




Carl Gustav Mosander
Kemudian dia memberi nama dengan “Lanthana” yang berarti “tersembunyi”. mineral tersebut sekarang dikenal dengan sebagai Lanthanum oksida, La2O3 . logam murninya tidak / belum dapat diisolasi hingga mencapai tahun 1923.
Lanthanum adalah unsur pertama dalam satu seri unsur-unsur yang disebut dengan “Lanthanida”.yang sering disebut dengan gol “rare earth” atau mineral langka. Y dan La hampir selalu tergabung dengan gol Lanthanida. La berwarna putih silver, lunak, dan cukup mudah diiris dengan pisau biasa. Seluruh logam dalam gol IIIB mudah timbul bercak noda jika dalam udara, dan mudah terbakar seperti : La2O3.
Lanthanum merupakan dasar yang paling kuat dari semua lanthanida dan sifatnya membuat Mosander mengisolasi dan memurnikan garam-garam dari unsur tersebut.
Pemisahannya dioperasikan secara komersial meliputi pengendapan dari basa lemah larutan nitrat dengan penambahan magnesium oksida atau gas ammonia. Pemurnian lanthanium tetap pada kondisi larutan. Cara lain kristalisasi fraksional dibuat oleh Dimitry Mendeleev, dalam bentuk ganda ammonium nitrat tetrahidrat, yang digunakan untuk memisahkan lanthanum yang memiliki kelarutan kecil dari didymium yang memiliki kelarutan lebih besar di tahun 1870. Sistem tersebut digunakan secara komersial dalam proses pemurnian lanthanum sampai perkembangan metode ekstraksi pelarut yang dimulai tahun 1950. Seperti pada pemurnian lanthanum, ammonium nitrat direkristalisaikan dari air. Lanthanum relatif mudah dimurnikan, sejak hanya terdapat satu lantanida yang berdekatan yaitu cerium yang sangat mudah lepas sesuai dengan ikatan valensinya.

A. Sifat Fisika
1. Densitas : 6,17 g/cm3
2. Titik leleh : 1193,2 K
3. Titik didih : 3693 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik
1. Nomor atom : 57
2. Nomor massa : 138,91
3. Konfigurasi elektron : [Xe] 5d1 6s2
4. Volume atom : 22,5 cm3/mol
5. Afinitas elektron : 50 kJ/mol
6. Keelektronegatifitasan : 1,1
7. Energi ionisasi : - pertama : 538,1 kJ/mol
- kedua : 1067 kJ/mol
- ketiga : 1850 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidasi lainnya : +2
10. Bentuk Kristal : Double Hexagonal Unit Cell


C. Sifat Kimia
o Reaksi dengan air
Lantanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi cukup cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen
2La(s) + 6H2O(g) 2La(OH)3(aq) + 3H2(g)
o Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Lanthana (III)oksida
4La(s) + 3O2(g) 2La2O3(s)
o Reaksi dengan halogen
Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III) halida
2La(s) + 3F2(g) 2LaF(s)
2La(s) + 3Cl2(g) 2LaCl(s)
2La(s) + 3Br2(g) 2LaBr(s)
2La(s) + 3I2(g) 2LaI(s)
o Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen
2La(s) + 3H2SO4(aq) 2La3+(aq) + 3SO42-(aq) + 3H2(g)
D. Aplikasi
Jarang sekali logam La murni atau senyawa oksidanya mempunyai kegunaan yang spesifik. Karena unsur-unsur kimia mempunyai kesamaan maka mereka sangat sulit untuk dipisahkan. Campuran tersebut akan lebih termaanfaatkan dari pada bentuk murninya. sebagai contoh : “misch metal” adalah campuran dari beberapa “rare earth” dan biasa digunakan untuk “lighter flints’ dan bentuk oksidasinya juga digunakan dalam phosphor layar televisi (LaMgAl11O19 ) dan beberapa peralatan flouresen serupa.
La2O2 digunakan untuk membuat kaca optic khusus (kaca adsorbsi infra merah, kamera dan lensa teleskop). Jika La ditambahkan di dalam baja maka akan meningkatkan kelunakan dan ketahanan baja tersebut. La digunakan sebagai material utama dalam elektroda karbon (carbon arc electrodes). Garam-garam La yang terdapat dalam katalis zeolit digunakan dalam proses pengkilangan minyak bumi , karena La dapat menstabilkan zeolit pada temperatur tinggi.
Salah satu kegunaan senyawa-senyawa gol Lanthanida adalah pada industri perfilman untuk penerangan dalam studio dan proyeksi.
Lantanum dapat mengadsorbsi gas H2 sehingga logam ini disebut dengan “hydrogen sponge” atau sepon hydrogen. Gas H2 tersebut terdisosiasi menjadi atom H, yang mana akan mengisi sebagian ruangan (interstice) dalam atom-atom La. Ketika atom H kembali lepas ke udara maka mereka kembali bergabung membentuk ikatan H-H.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
La sangat berbahaya jikak kabut dan asapnya terhirup bersama masuknya oksigen serta dalam jangka waktu yang lama, akan dapat menyebabkan emboli.
Jika menghirup La maka seseorang dapat terkena penyakit kanker paru-paru. Jika terakumulasi dalam tubuh maka La dapat mengancam organ liver.
La dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. La secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan.
Bersama dengan hewan air, La dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf. La sangat mudah terakumulasi dalam otot.


4. ACTINIUM


Ac merupakan unsur pertama dalam seri grup “actinida”. Actinium ditemukan tahun tahun 1899 oleh Andre-Louis Debierne seorang ahli kimia Prancis yang memisahkannya dari campuran. Friedrich Oskar Giesel menemukan actinium secara bebas tahun 1902 dan disebut “emanium” tahun 1904. Nama Debierne tetap dipakai karena lebih senior. Sifat kimia actinium mirip dengan lanthanum. Kata actinium berasal dari Yunani, akti, aktinos, yang berarti sinar. Karena Ac adalah unsur radioaktif yang dapat bercahaya dalam ruangan gelap, yang disebabkan oleh intensitas keradioaktifannya yang berwarna biru.
Actinium ditemukan dalam jumlah sedukit dalam bijih uranium tetapi lebih banyak dibuat dalam satuan mg dengan cara penyinaran netron terhadap 226Ra dalam reactor nuklir. Logam actinium dibuat dengan cara reduksi actinium florida dengan uap lithium pada suhu 1100-1300ºC.

A. Sifat Fisika
1. Densitas : -
2. Titik leleh : 1323,2 K
3. Titik didih : 2743 K
4. Bentuk (25°C) : padat
5. Warna : putih perak

B. Sifat Atomik
1. Nomor atom : 89
2. Nomor massa : 227,03
3. Konfigurasi elektron : [Rn] 6d1 7s2
4. Volume atom : -
5. Afinitas elektron : -
6. Keelektronegatifitasan : 1,1
7. Energi ionisasi : - pertama : 499 kJ/mol
- kedua : 1170 kJ/mol
8. Bilangan oksidasi utama : +3
9. Bilangan oksidai lainnya : -
10. Struktur Kristal : Face Centered Cubic Unit Cell


C. Sifat Kimia
Reaksi dengan oksigen
Aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida
4Ac(s) + 3O2(g) 2Ac2O3(s)

D. Aplikasi
Sifat keradioaktifan dari Ac 150 kali lebih besar dari Radium, sehingga memungkinkan untuk menggunakan Ac sebagai sumber netron. Sebaliknya Ac jarang digunakan dalam bidang Industri.
Ac-225 digunakan dalam pengobatan, yaitu digunakan dalam suatu generator untuk memproduksi Bi-213. Ac-225 juga dapat digunakan sebagai agen untuk penyembuhan secara “radio-immunoterapi”.

E. Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
Aktinium-227 bersifat sangat radoiaktif dan berpengaruh buruk pada kesehatan. Bahaya dari aktinium sama dengan bahaya dari plutonium. Bahaya terbesar dari raioaktif unuk kehidupan sebagaimana kita ketahui adalah bahaya bagi sistem reproduksi dan penurunan sifat.Bahkan dengan dosis rendah bersifat karsinogenik yang menyebabkan penurukan sistem kekebalan tubuh leukimia.
Pertumbuhan tekhnologi nuklir telah membawa sejumlah besar pengeluaran zat radioaktif ke atmosfir, tanah, lautan. Radiasi membahayakan dan terkonsentrasi dalam rantai makanan, sehingga membehayakan bagi manusia dan hewan.











DAFTAR PUSTAKA

http : //genchem.chem.wisc.edu
www.webelements.com
www.periodic.lanl.gov
Periodic table